Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump mengizinkan penangguhan sementara bea masuk tertentu atas pupuk fosfat yang diimpor dari Maroko. Gedung Putih mengungkapkan, penangguhan bea masuk pupuk ini dilakukan lantaran para petani bergulat dengan kekurangan pupuk akibat perang Iran.
Mengutip Reuters, Selasa (30/6/2026), Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengatakan, pada bulan Maret pemerintahan Trump sedang mencari lebih banyak sumber pupuk. Pasokan dari produsen utama di Timur Tengah terpangkas tajam akibat penutupan Selat Hormuz.
"Rantai pasokan global untuk pupuk fosfat dan bahan baku pupuk, termasuk impor produk tersebut ke Amerika Serikat, telah terganggu dalam beberapa bulan terakhir oleh, antara lain, konflik di wilayah penghasil pupuk serta tindakan perdagangan yang dilakukan oleh negara-negara penghasil pupuk utama," kata Trump dalam sebuah proklamasi yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.
Baca Juga: Yen Terpuruk ke Level Terendah dalam 40 Tahun, Pemerintah Jepang Siap Intervensi?
Dalam pengumuman tersebut, Trump mengatakan, saat ini, produksi pupuk fosfat AS tidak mencukupi untuk mendukung produksi pangan pertanian domestik setelah memperhitungkan ekspor.
Trump menambahkan, Pemerintahannya bekerja sama dengan sektor swasta untuk memperluas kapasitas produksi pupuk dalam negeri, tetapi upaya tersebut membutuhkan waktu untuk meningkatkan pasokan secara signifikan.
Ia menambahkan bahwa produsen di negara-negara seperti Maroko dapat memasok pupuk fosfat ke AS tanpa gangguan saat ini.
Trump menyatakan keadaan darurat dalam proklamasi yang menurutnya mengizinkan penangguhan sementara bea anti-dumping dan bea countervailing tertentu terkait impor pupuk fosfat dari Maroko selama delapan bulan atau hingga keadaan darurat berakhir, mana pun yang terjadi lebih dulu.
Baca Juga: Peritel AS Percepat Pemesanan dari China, Amankan Stok untuk Musim Liburan
Setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari dan Iran membalas dengan menyerang Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan AS, konflik tersebut sangat mengganggu pasar pupuk yang menurut para analis membahayakan ketahanan pangan bagi negara-negara berkembang. Sebagian besar pupuk dunia diproduksi di Timur Tengah.














