kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.354   10,00   0,06%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

AS beri sanksi, Turki tetap pertimbangkan beli kembali rudal S-400 dari Rusia


Rabu, 03 Maret 2021 / 23:40 WIB


Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

Menteri Luar Negeri AS saat itu Mike Pompeo menyatakan, sanksi  tersebut merupakan sinyal yang jelas bahwa "Amerika Serikat akan sepenuhnya menerapkan CAATSA" serta "tidak akan mentolerir transaksi signifikan dengan sektor pertahanan dan intelijen Rusia."

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya menyatakan, niat Washington menjatuhkan sanksi kepada Ankara atas pembelian S-400 adalah manifestasi dari ketidakhormatan terhadap mitra utama NATO.

Rusia mengumumkan pada September 2017, mereka telah menandatangani kesepakatan senilai US$ 2,5 miliar dengan Turki untuk pengiriman sistem rudal anti-pesawat S-400 ke Ankara. 

Berdasarkan kontrak tersebut, Ankara menerima satu set resimen sistem rudal pertahanan udara S-400. Kesepakatan itu termasuk transfer sebagian teknologi produksi ke Turki.

Baca Juga: AS jatuhkan sanksi, Erdogan: Serangan terbuka terhadap hak kedaulatan Turki

Turki adalah negara anggota NATO pertama yang membeli sistem rudal pertahanan udara semacam itu dari Rusia. Pengiriman peluncur S-400 ke Turki dimulai pada 12 Juli 2019.

Karena Turki belum menyerah pada tekanan dan tidak akan membatalkan pembelian S-400, AS telah mengeluarkan Ankara dari program pengembangan jet tempur F-35 generasi kelima.

S-400 Triumf adalah sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh dan menengah terbaru yang mulai beroperasi pada 2007. Ini dirancang untuk menghancurkan pesawat, kapal, dan rudal balistik, tapi juga bisa digunakan menyerang instalasi darat. 

Rudal S-400 dapat menyerang target pada jarak hingga 400 km dan ketinggian sampai 30 km.

Selanjutnya: AS mengancam, Turki tetap aktifkan sistem rudal S-400 buatan Rusia




TERBARU

[X]
×