kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

AS berniat membuat mata uang Iran tak laku


Selasa, 04 Juni 2013 / 16:11 WIB
ILUSTRASI. Menghapus background foto kini bisa dilakukan sendiri baik dengan menggunakan website online atau pun aplikasi pada ponsel.


Sumber: BBC |

NEW YORK. Amerika Serikat (AS) menerapkan kebijakan tarik ulur pada musuh bebuyutannya, Iran. Setelah membolehkan produk Apple beredar untuk memunculkan opini publik, AS memperketat transaksi yang menggunakan rial, mata uang Iran.

Sanksi itu bertujuan untuk menekan Teheran agar menghentikan program nuklir. Paman Sam juga mengancam siapa pun yang memfasilitasi transaksi dalam jumlah signifikan dengan mata uang rial atau memiliki uang rial dalam jumlah besar di luar Iran.

Seorang pejabat AS mengatakan langkah itu akan memaksa banyak institusi menolak penggunaan rial dan akan memperlemah mata uang tersebut.

Ini adalah pertama kalinya sanksi AS langsung menyasar mata uang Iran.

"Sanksi ini berpotensi melemahkan mata uang Iran menjadi lebih lemah lagi," kata pejabat AS itu.

"Gagasannya adalah menjadikan rial tidak berlaku di luar Iran,” lanjutnya.

Mata uang Iran mengalami penurunan drastis atas dolar AS dalam dua tahun terakhir, akibat sanksi terhadap sejumlah sektor kunci Teheran.

Ini adalah sanksi kesembilan yang dijatuhkan pemerintahan Presiden Barack Obama atas Iran. Sanksi paling akhir menghantam sektor otomotif Iran, salah satu kontributor kunci ekonomi negara itu.

AS juga melarang penjualan atau pengiriman barang dan jasa untuk digunakan dalam industri otomotif Iran.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×