Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Presiden Trump sebelumnya menyatakan konflik dengan Iran bisa berlangsung hingga empat minggu. Namun sejumlah anggota parlemen AS dari kedua partai politik mengkritik pemerintah karena belum menjelaskan strategi jangka panjang setelah perang berakhir.
Strategi tersebut dinilai sebagian pihak hanya bergantung pada harapan bahwa rakyat Iran akan bangkit menentukan masa depan mereka sendiri setelah puluhan tahun mengalami penindasan.
Hegseth menegaskan bahwa militer AS mampu mempertahankan operasi militer selama dibutuhkan.
“Kami bisa mempertahankan pertempuran ini dengan mudah selama yang diperlukan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa satu-satunya batasan adalah tujuan yang ingin dicapai oleh Presiden Trump.
Namun survei Reuters dan Ipsos menunjukkan dukungan publik terhadap serangan AS ke Iran tidak terlalu kuat.
Tonton: Erdogan Turun Tangan! Turki Intensifkan Diplomasi di Tengah Perang Iran
Hanya sekitar satu dari empat warga Amerika yang menyetujui serangan tersebut, sementara hampir setengah responden menilai Trump terlalu mudah menggunakan kekuatan militer. Bahkan seperempat responden dari Partai Republik memiliki pandangan serupa.
Di Gedung Putih, Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengatakan bahwa pengerahan pasukan darat AS ke Iran saat ini belum menjadi bagian dari rencana operasi militer.
Meski demikian, ia menyatakan Trump yakin sebagian besar warga Amerika tetap mendukung serangan militer tersebut.













