kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ketegangan Mereda, Trump-Xi Jinping Tetap Dijadwalkan Bertemu di Korea Selatan


Senin, 13 Oktober 2025 / 19:14 WIB
Ketegangan Mereda, Trump-Xi Jinping Tetap Dijadwalkan Bertemu di Korea Selatan
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump masih dalam rencana untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ketegangan Amerika Serikat (AS) dengan China berangsur mereda. Presiden AS Donald Trump masih dalam rencana untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan.

"Ini seiring kedua pihak meredakan ketegangan terkait sengketa perdagangan," kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Senin (13/10/2025), seperti dilansir Reuters.

Perundingan perdagangan AS-China yang memanas dimulai pada Kamis pekan lalu ketika China secara dramatis memperluas kontrol ekspor tanah jarangnya, yang memicu tindakan balasan yang tajam dari Trump pada hari Jumat.

Baca Juga: Perang Dagang Trump, Gelombang Tarif Baru dan Ketidakpastian Global

Bessent mengatakan terdapat komunikasi substansial antara kedua belah pihak selama akhir pekan.

"Kami telah melakukan deeskalasi yang substansial," kata Bessent dalam sebuah wawancara dengan Fox Business Network.

"Presiden Trump mengatakan bahwa tarif tidak akan berlaku hingga 1 November. Presiden akan bertemu dengan Ketua Partai Xi di Korea. Saya yakin pertemuan itu akan tetap berlangsung," imbuhnya

Bessent bilang, akan ada banyak pertemuan tingkat staf minggu ini di Washington di sela-sela pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional di Washington.

AS mengharapkan dukungan dari sekutu-sekutu termasuk Eropa, India, dan negara-negara demokrasi di Asia. "Tiongkok adalah ekonomi komando dan kendali. Mereka tidak akan memerintah atau mengendalikan kita," kata Bessent.

Baca Juga: Trump Bilang Jangan Cemas soal China, Pasar Kripto Langsung Bangkit


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×