kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45790,50   -3,71   -0.47%
  • EMAS1.007.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.22%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.23%

AS, China, dan Korsel berebut klaim yang pertama luncurkan 5G


Minggu, 07 April 2019 / 19:19 WIB
AS, China, dan Korsel berebut klaim yang pertama luncurkan 5G

Berita Terkait

Reporter: Ahmad Ghifari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - ADA tiga negara tengah berebut klaim yang pertama meluncurkan jaringan telekomunikasi generasi kelima (5G), yaitu Amerika Serikat, China, dan Korea Selatan.

Dilansir dari Reuters, Minggu (7/4), pejabat Korea Selatan menyatakan keunggulan mereka atas Amerika Serikat dan China sebagai situs peluncuran komersial pertama jaringan telekomunikasi generasi kelima (5G). Hal ini dikarenakan jaringan yang baru dapat terhubung ke telepon 5G yang sebenarnya.


Di kubu lain, operator Amerika Serikat membantah klaim Korea Selatan sebagai yang pertama kali meluncurkan jaringan 5G. Operator AT&T Inc dan Verizon Communications Inc yang juga memberikan penolakan mereka terhadap Korea Selatan yang mengklaim sebagai yang pertama kali meluncurkan jaringan 5G.

Verizon pun ikut memberikan tanggapannya dengan mengatakan telah meluncurkan jaringan 5G yang akan tersedia di ponsel Motorola terbaru, meskipun hanya di Chicago dan Minneapolis.

Sementara itu, AT&T mengaku telah menghabiskan dana sebesar US$130 miliar selama lima tahun terakhir demi meningkatkan jaringan mereka. "Menjadi yang pertama adalah penting dalam industri kami, dan kami menginginkan pengakuan itu," kata juru bicara AT&T.

Perusahaan AT&T mengatakan Korea Selatan unggul karena jaringan baru tersebut diumumkan lebih dulu pada 18 Desember.

Selain itu, mereka juga berencana meluncurkan jaringan 5G di 12 kota di AS. Namun, jaringannya hanya tersedia untuk pengguna yang menggunakan perangkat hotspot seluler, bukan pada ponsel 5G.



TERBARU

[X]
×