kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

AS dan Jepang Perkuat Kerjasama Militer dalam Menghadapi Ancaman China


Senin, 25 Maret 2024 / 17:55 WIB
ILUSTRASI. Kapal perusak berpeluru kendali USS Milius tiba untuk bergabung dengan Forward Deployed Naval Force (FDNS) di pangkalan angkatan laut AS di Yokosuka, Jepang 22 Mei 2018. REUTERS/Issei Kato/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON/TOKYO. Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, dan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, diharapkan akan menyetujui kemitraan militer yang lebih erat dalam waktu dekat.

Rencana tersebut mencakup pembicaraan mengenai kemungkinan restrukturisasi komando militer AS di wilayah Asia Timur, sebuah langkah yang diyakini menjadi yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Informasi ini disampaikan oleh dua sumber yang memiliki pengetahuan langsung terkait rencana tersebut.

Menurut sumber-sumber tersebut, Washington sedang mempertimbangkan penunjukan seorang komandan bintang empat untuk mengawasi pasukan AS di Jepang.

Baca Juga: Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Saat Blinken Kunjungi Korea Selatan

Langkah ini diharapkan untuk menjadi respons terhadap usulan Jepang yang menginginkan kepala markas Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) untuk memimpin seluruh operasi militer di negara tersebut.

Diskusi juga tengah berlangsung mengenai cara meningkatkan kerja sama antara AS, Jepang, dan Korea Selatan dalam hal komando gabungan.

Yoshimasa Hayashi, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang dalam proses diskusi untuk memperkuat kerja sama militer dengan AS dan Korea Selatan.

Meskipun agenda pertemuan puncak antara Biden dan Kishida masih harus ditentukan, Kishida berkeinginan untuk mendirikan markas komando gabungan sebelum akhir Maret 2025.

Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran serius Jepang terhadap meningkatnya kekuatan militer China dan ancaman yang mungkin ditimbulkannya terhadap Taiwan, yang letaknya berdekatan dengan Jepang.

Baca Juga: AS Lancarkan Serangan Balasan di Irak dan Suriah, Hampir 40 Orang Dilaporkan Tewas

Di Jepang, struktur komando militer AS berbeda dengan di Korea Selatan. Di Korea Selatan, pasukan AS dan Korea Selatan dapat beroperasi di bawah komando terpadu di bawah seorang jenderal bintang empat. Namun, di Jepang, pasukan AS memiliki komandan bintang tiga dan tidak memiliki wewenang atas pasukan Jepang.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×