kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

AS Lancarkan Serangan Balasan di Irak dan Suriah, Hampir 40 Orang Dilaporkan Tewas


Sabtu, 03 Februari 2024 / 20:12 WIB
AS Lancarkan Serangan Balasan di Irak dan Suriah, Hampir 40 Orang Dilaporkan Tewas
ILUSTRASI. Amerika Serikat menggunakan pesawat pembom B-1


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON/BAGHDAD. Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara di Irak dan Suriah terhadap lebih dari 85 sasaran yang terkait dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan milisi yang didukungnya.

Setidaknya serangan ini telah menewaskan lebih dari 30 orang, sebagai pembalasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.

Serangan tersebut, termasuk penggunaan pesawat pengebom jarak jauh B-1 yang diterbangkan dari AS, adalah respon pertama pemerintahan Presiden Joe Biden terhadap serangan akhir pekan lalu yang dilakukan oleh militan yang didukung Iran.

Lebih banyak operasi militer AS diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Baca Juga: China Sukses Kalahkan Jepang Jadi Eksportir Mobil Terbesar di Tahun 2023

Serangan tersebut meningkatkan konflik yang telah menyebar ke wilayah tersebut sejak pecahnya perang  antara Israel dan Hamas.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan AS merupakan “kesalahan besar dan strategis lainnya yang dilakukan AS yang hanya akan mengakibatkan peningkatan ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan”.

Irak juga mengutuk serangan AS, dengan mengatakan serangan tersebut telah menewaskan 16 orang termasuk warga sipil. 

Di Suriah, serangan tersebut menewaskan 23 orang yang menjaga lokasi yang menjadi target , kata Rami Abdulrahman, direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah organisasi yang melaporkan perang di Suriah.

Letnan Jenderal Douglas Sims, direktur Staf Gabungan AS mengatakan, serangan tersebut tampaknya berhasil, memicu ledakan sekunder yang besar ketika bom tersebut mengenai persenjataan militan. 

Dia mengatakan serangan itu dilakukan karena mengetahui kemungkinan akan ada korban jiwa di antara mereka yang berada di fasilitas tersebut.

Baca Juga: Afrika Selatan Terus Desak Penangkapan PM Israel, Benjamin Netanyahu

Meskipun terjadi serangan, Pentagon mengatakan mereka tidak ingin berperang dengan Iran dan tidak yakin Teheran juga menginginkan perang, bahkan ketika tekanan Partai Republik terhadap Biden meningkat untuk melancarkan serangan secara langsung.

Iran, pendukung Hamas, telah berusaha untuk tidak terlibat dalam konflik regional. Bahkan ketika Iran mendukung kelompok-kelompok yang ikut terlibat dalam konflik tersebut dari Lebanon, Yaman, Irak dan Suriah – yang disebut “Poros Perlawanan” yang memusuhi Israel dan kepentingan AS.




TERBARU

[X]
×