kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

AS Lancarkan Serangan Balasan di Irak dan Suriah, Hampir 40 Orang Dilaporkan Tewas


Sabtu, 03 Februari 2024 / 20:12 WIB
ILUSTRASI. Amerika Serikat menggunakan pesawat pembom B-1


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

Lebih dari 160 Serangan terhadap Pasukan AS

Militer AS dalam sebuah pernyataan, serangan tersebut mengenai sasaran termasuk pusat komando dan kendali, roket, rudal dan fasilitas penyimpanan drone, serta fasilitas rantai pasokan logistik dan amunisi.

Di Irak, penduduk setempat mengatakan beberapa serangan menghantam Lingkungan Sikak di Al-Qaim, sebuah kawasan pemukiman yang menurut penduduk setempat juga digunakan oleh kelompok bersenjata untuk menyimpan senjata dalam jumlah besar. 

Baca Juga: Mantan PM Najib Dapat Potongan Hukuman di Kasus Korupsi 1MDB

Para militan telah meninggalkan daerah itu dan bersembunyi beberapa hari sejak serangan di Yordania, kata sumber-sumber lokal.

Pasukan AS telah diserang lebih dari 160 kali di Irak, Suriah dan Yordania sejak 7 Oktober, biasanya dengan kombinasi roket dan drone serang satu arah, sehingga mendorong AS melancarkan beberapa serangan balasan bahkan sebelum serangan terbaru terjadi.

AS menilai bahwa pesawat tak berawak yang menewaskan tiga tentara dan melukai lebih dari 40 orang lainnya di Yordania adalah buatan Iran, kata para pejabat AS kepada Reuters.

Baca Juga: Kemlu: Satu WNI di Korsel Dituduh Curi Data Proyek Pesawat Tempur KF-21 Tidak Ditahan

“Respon kami dimulai hari ini. Ini akan berlanjut pada waktu dan tempat yang kami pilih,” kata Biden.

Pejabat tinggi Partai Republik di Komite Angkatan Bersenjata Senat, Roger Wicker, mengkritik Biden karena gagal memberikan dampak yang cukup besar terhadap Iran, dan terlalu lama menanggapinya.

Para penasihat Iran membantu kelompok-kelompok bersenjata di Irak, di mana Amerika Serikat memiliki sekitar 2.500 tentara, dan di Suriah, yang memiliki 900 tentara.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×