Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) dan Vietnam kembali menegaskan komitmen untuk menghindari praktik manipulasi mata uang serta meningkatkan transparansi kebijakan nilai tukar.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam pernyataan bersama yang diterbitkan oleh U.S. Department of the Treasury dan State Bank of Vietnam usai konsultasi tingkat tinggi antara kedua pihak.
Baca Juga: Saham Samsung Melonjak 9,5% Jelang Kunjungan Bos Nvidia ke Korea Selatan
Dalam pernyataan tersebut, kedua negara menyatakan akan terus menjalin komunikasi erat dan menegaskan kembali kewajiban mereka berdasarkan aturan International Monetary Fund (IMF) untuk tidak menggunakan nilai tukar sebagai alat memperoleh keuntungan perdagangan yang tidak adil.
Vietnam Masih Masuk Daftar Pantauan AS
Vietnam saat ini masih berada dalam daftar pemantauan (monitoring list) Departemen Keuangan AS terkait praktik mata uang dan ketidakseimbangan eksternal.
Negara-negara yang juga masuk dalam daftar tersebut antara lain China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapur, Jerman, Irelandia, Swiss, dan Thailand.
Baca Juga: Mayoritas Mata Uang Asia Melemah terhadap Dolar AS, Won Korsel Pimpin Pelemahan
Masuknya sebuah negara ke dalam daftar pantauan tidak berarti negara tersebut melakukan manipulasi mata uang, tetapi menunjukkan perlunya pemantauan lebih lanjut terhadap kebijakan nilai tukarnya.
Intervensi Valas Diizinkan untuk Menjaga Stabilitas
Pernyataan bersama tersebut juga menegaskan bahwa intervensi di pasar valuta asing dapat dilakukan apabila diperlukan untuk mengatasi volatilitas nilai tukar yang berlebihan.
Namun, intervensi tersebut harus ditujukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan, bukan untuk menciptakan keunggulan perdagangan yang tidak adil melalui pelemahan mata uang secara sengaja.
Vietnam Tingkatkan Keterbukaan Data Cadangan Devisa
Sebagai bagian dari komitmen transparansi, Bank Sentral Vietnam berjanji mulai 2027 akan mempublikasikan data tahunan mengenai pembelian devisa bersih (net foreign exchange purchases) yang bernilai positif.
Selain itu, otoritas moneter Vietnam juga akan mengungkapkan data cadangan devisa dan posisi kontrak forward valuta asing sesuai standar pelaporan IMF terkait cadangan internasional dan likuiditas mata uang asing.
Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap kebijakan moneter Vietnam sekaligus memperkuat kredibilitas pengelolaan pasar valuta asing negara tersebut.













