kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.907   -32,00   -0,18%
  • IDX 6.405   61,06   0,96%
  • KOMPAS100 845   11,97   1,44%
  • LQ45 640   9,52   1,51%
  • ISSI 221   2,23   1,02%
  • IDX30 359   5,20   1,47%
  • IDXHIDIV20 438   4,57   1,05%
  • IDX80 96   1,45   1,52%
  • IDXV30 120   0,74   0,62%
  • IDXQ30 114   1,34   1,19%

AS diduga gunakan kapal sipil Norwegia untuk mata-matai China di Laut China Selatan


Kamis, 13 Mei 2021 / 06:10 WIB


Sumber: Global Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Dalam tugas mata-matanya, kapal yang disewa bisa melakukan misi pengintaian dan penyadapan dengan mengumpulkan sinyal radio di sekitarnya.

Kapal mata-mata AS bisa  menempatkan perangkat pendeteksi ke laut untuk survei hidrologi atau bahkan menggunakan perangkat sonar untuk melacak aktivitas kapal selam.

SCSPI sebelumnya mengungkapkan bahwa militer AS juga menyewa pesawat pribadi untuk operasi pengintaian jarak dekat di China.

Sebagai contoh, pada 31 Maret 2020 lalu perusahaan AS Tenax Aerospace mengerahkan pesawat pengintai maritim Bombardier CL-604 ke Pangkalan Udara Kadena di Okinawa.

Pesawat tersebut melakukan lebih dari 250 penerbangan pengintai jarak dekat di China sebelum kembali ke AS pada 17 Maret tahun ini.

Kehadiran kapal yang diduga sebagai mata-mata AS ini dipastikan akan meningkatkan tensi keamanan antara kedua negara di kawasan tersebut.

Apalagi jika mengingat bahwa AS dan sekutunya di NATO, bahkan G7, telah menegaskan akan menaruh perhatian serius pada China dan kawasan Indo-Pasifik secara umum.

Selanjutnya: Negara G7 tegur China dan Rusia: Mengacaukan HAM, ekonomi, dan demokrasi




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×