kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

AS, Jepang, dan Australia Agendakan Latihan Militer di Laut China Selatan


Senin, 21 Agustus 2023 / 09:47 WIB
ILUSTRASI. Kapal Angkatan Laut AS dan Australia di Laut Cina Selatan 18 April 2020.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MANILA. Aliansi AS, Jepang, dan Australia berencana menggelar latihan militer bersama di Laut China Selatan, tepatnya di lepas pantai Filipina yang beberapa waktu lalu sempat dikunjungi kapal China.

Melansir AP News, latihan militer gabungan tersebut akan melibatkan tiga kapal induk dan helikopter. AS berencana untuk mengerahkan kapal induk USS America, sementara Jepang akan mengirim salah satu kapal perang terbesarnya, JS Izumo. Angkatan Laut Australia akan mengirimkan HMAS Canberra, yang juga membawa helikopter.

Para komandan pasukan dari tiga negara akan bertemu dengan mitra mereka di Filipina setelah latihan digelar.

Filipina sendiri tidak akan ikut serta dalam latihan tersebut karena keterbatasan logistik militer, tapi membuka peluang untuk terlibat di masa depan.

Baca Juga: Filipina Geram Kapalnya Ditembaki Meriam Air oleh Penjaga Pantai China

Gesekan Filipina dengan China

Pada 5 Agustus lalu, kapal penjaga pantai China menggunakan meriam air ke kapal yang mengirim logistik ke milik militer Filipina. Insiden terjadi di dekat Second Thomas Shoal, yang oleh Filipina disebut Ayungin Shoal.

Filipina mengatakan enam kapal penjaga pantai China dan dua kapal milisi mengadang dua kapal sipil sewaan Angkatan Laut Filipina.

Penjaga pantai China mengakui kapalnya menggunakan meriam air terhadap kapal Filipina, yang menurut mereka tersesat tanpa izin ke kawasan itu, yang oleh Beijing disebut Ren'ai Jiao.

Militer Filipina menyambut baik rencana latihan militer AS dan para mitranya, menyebutnya sebagai bentuk komitmen terhadap supremasi hukum.

"Misi di perairan itu adalah demonstrasi yang jelas dari tekad kami untuk berdiri melawan ancaman dan paksaan dan komitmen kami dalam menegakkan supremasi hukum," ungkap Angkatan Bersenjata Filipina dalam sebuah pernyataan.

AS, Jepang, dan Australia termasuk di antara beberapa negara yang langsung menyatakan dukungan kepada Filipina pasca insiden meriam air terjadi.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×