kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Perusahaan Energi India Dapat Perpanjangan Kontrak Eksplorasi Laut China Selatan


Senin, 21 Agustus 2023 / 07:52 WIB
ILUSTRASI. ONGC Videsh, telah mendapatkan perpanjangan kontrak selama tiga tahun dari Vietnam untuk mengeksplorasi Blok 128 di Laut China Selatan. REUTERS/Pascal Rossignol


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Perusahaan energi India, ONGC Videsh, telah mendapatkan perpanjangan kontrak selama tiga tahun dari Vietnam untuk mengeksplorasi Blok 128 di Laut China Selatan. Hal itu disampaikan perusahaan dalam posting-an di platform media sosial, X, yang sebelumnya dikenal dengan nama Twitter.

Melansir Reuters, Minggu (20/8), klaim teritorial yang saling bertentangan atas Laut China Selatan telah berlangsung selama beberapa dekade. Adapun tensi makin meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena China dan para pesaingnya telah memperkuat posisi kekuasaan mereka.

"Komitmen strategis India tetap kuat ketika ONGC Videsh melanjutkan perjalanan eksplorasinya dengan perpanjangan ke-8 hingga 15 Juni 2026," kata perusahaan itu dalam postingannya.

Baca Juga: India Berburu Aset Energi yang Ditinggalkan Barat di Rusia, Incar Pabrik LNG Shell

ONGC Videsh adalah cabang investasi luar negeri dari perusahaan eksplorasi minyak terkemuka India, Oil and Natural Gas Corp.

India diketahui telah berselisih secara diplomatis dengan China di masa lalu mengenai blok eksplorasi gas dan minyak di lepas pantai Vietnam. China mengeklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan yang kaya akan mineral, telah dijaga pasukan militernya.

Adapun bagian dari blok 128 berada di garis putus-putus sembilan berbentuk U yang menandai wilayah luas yang diklaim China di laut. Kawasan itu juga menjadi rute perdagangan senilai lebih dari US$ 5 triliun setiap tahunnya, yang juga diklaim oleh Filipina, Brunei, Malaysia, dan Taiwan.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×