kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45886,23   -14,59   -1.62%
  • EMAS1.338.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Redakan Ketegangan di Laut China Selatan, China Minta Filipina Bekerjasama


Sabtu, 12 Agustus 2023 / 17:44 WIB
Redakan Ketegangan di Laut China Selatan, China Minta Filipina Bekerjasama
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi. Redakan Ketegangan di Laut China Selatan, China Minta Filipina Bekerjasama


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  SHANGHAI. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Filipina untuk bekerja sama dengan China guna mencari cara yang efektif untuk meredakan ketegangan di Laut China Selatan, kata kantor berita resmi Xinhua pada Sabtu.

Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara atas lokasi kapal perang yang dikandangkan yang berfungsi sebagai pos militer di Laut China Selatan. 

Komentar itu dilontarkan Wang saat berkunjung ke Singapura dan Malaysia yang berlangsung pada Kamis dan Jumat.

Baca Juga: China bakal gelar latihan militer skala besar di Pulau Hainan selama 6 hari

China telah berulang kali menyatakan kesediaannya untuk menyelesaikan perbedaan dengan Filipina melalui dialog bilateral, berharap pihak Filipina akan mematuhi konsensus yang dicapai di masa lalu.

Filipina sengaja mengandangkan kapal perang era Perang Dunia Kedua Sierra Madre pada tahun 1999 sebagai bagian dari klaim kedaulatannya atas Second Thomas Shoal, yang terletak di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE), dan merotasi segelintir pasukan melalui kapal tersebut.

Filipina memenangkan penghargaan arbitrase internasional pada tahun 2016 melawan klaim China atas hampir semua Laut China Selatan, setelah pengadilan memutuskan klaim Beijing tidak memiliki dasar hukum, termasuk di Second Thomas Shoal.

Baca Juga: Militer China bersiap menghadapi pertempuran sengit dengan AS di Laut China Selatan

China, yang tidak mengakui putusan tersebut, telah membangun pulau-pulau buatan manusia yang dimiliterisasi di Laut China Selatan dan klaim kedaulatan bersejarahnya tumpang tindih dengan ZEE Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Indonesia.




TERBARU

[X]
×