Sumber: White House | Editor: Syamsul Azhar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela pada Sabtu 3 Januari 2025 berlangsung sukses meski menghadapi risiko tinggi. Trump menyebut helikopter pasukan AS ditembaki saat mendarat, bahkan salah satu unit mengalami kerusakan berat.
Meski demikian, Trump menegaskan seluruh personel tentara AS berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa dari pihak AS. Ia menyebut operasi tersebut sebagai salah satu operasi militer paling berbahaya sekaligus paling canggih yang pernah dilakukan Amerika Serikat.
Trump juga memastikan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan prajurit AS yang terluka dan menyatakan kondisi mereka stabil.
AS disebut telah menyiapkan skenario lanjutan, termasuk gelombang operasi kedua, meski Trump mengklaim saat ini hal tersebut belum diperlukan. "Kami siap melakukan serangan balasan jika diperlukan. Kami benar-benar siap, Jika mereka tidak berperilaku baik, kita akan melakukan serangan kedua," tandas Trump kepada Pers di Pesawat Air Force One, yang diunggah di kanal Youtube White House (4/12).
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat kini memegang kendali atas situasi di Venezuela pasca operasi militer terbaru.
Trump menyebut AS sedang berurusan dengan pemerintahan baru Venezuela, meski ia belum berbicara langsung dengan pemimpin yang baru dilantik. Fokus utama AS saat ini, menurut Trump, adalah memulihkan negara sebelum menggelar pemilu.
Baca Juga: Nicolas Maduro: Dari Sopir Bus hingga Diciduk AS dan Tumbang dari Kekuasaan Venezuela
Trump menilai menggelar pemilu dalam kondisi ekonomi dan keamanan yang kacau justru akan memperburuk situasi. Karena itu, pemilu akan dilakukan setelah sektor minyak, ekonomi, dan stabilitas negara dibenahi.
Dalam pernyataannya, Trump juga mengaitkan Venezuela dengan masalah narkoba regional, termasuk keterlibatan Kolombia dan dampaknya terhadap Kuba. AS, kata Trump, siap mengambil langkah tegas demi menjaga keamanan kawasan.
Garap Minyak Venezuela
Presiden AS Donald Trump menyatakan Venezuela berada dalam kondisi ekonomi yang sangat parah, dengan infrastruktur minyak rusak, inflasi tinggi, dan produksi energi jauh di bawah potensi.
Tonton: Trump Gemar Intervensi Negara Lain, Ini Dia Jejaknya
Trump menilai Venezuela seharusnya menjadi salah satu negara terkaya di dunia berkat cadangan minyak dan mineralnya. Namun, minimnya investasi selama bertahun-tahun membuat negara itu nyaris lumpuh.
Menurut Trump, perusahaan-perusahaan minyak besar sudah menyatakan minat kuat untuk masuk ke Venezuela guna memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan produksi. Investasi ini akan dilakukan oleh sektor swasta, bukan menggunakan dana pemerintah AS.
Trump juga menyebut Venezuela memiliki cadangan minyak dan mineral penting, termasuk baja, aluminium, dan tanah jarang, yang berpotensi menjadi motor pemulihan ekonomi negara tersebut.













