kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

AS pilih hubungan yang lebih stabil dengan Rusia, tapi itu tergantung tindakan Putin


Selasa, 04 Mei 2021 / 12:12 WIB
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara kepada wartawan selama konferensi pers pertamanya di Departemen Luar Negeri di Washington, AS, 27 Januari 2021. REUTERS/Carlos Barria/Pool.


Sumber: TASS,Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

"Apa yang telah kami lihat dalam beberapa hari terakhir tampaknya adalah keputusan untuk menarik kembali beberapa dari pasukan itu dan kami telah melihat beberapa dari mereka pada kenyataannya mulai mundur," tambah Blinken.

Negara-negara Barat berulang kali mengungkapkan keprihatinan atas langkah Rusia meningkatkan jumlah pasukannya di sepanjang perbatasan Ukraina. 

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, pergerakan pasukan di perbatasan Rusia seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran negara lain karena tidak mengancam mereka dengan cara apa pun.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada 22 April lalu memerintahkan untuk menyelesaikan latihan di Distrik Militer Selatan dan Barat karena semua tujuan telah tercapai. 

Shoigu memberi perintah untuk pemulangan pasukan yang terlibat dalam latihan di Rusia Selatan ke pangkalan mereka masing-masing sebelum 1 Mei.

Selanjutnya: Kelompok negara G7 pertimbangkan upaya untuk melawan propaganda Rusia dan China




TERBARU

[X]
×