kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.050   42,00   0,23%
  • IDX 6.264   29,41   0,47%
  • KOMPAS100 822   3,36   0,41%
  • LQ45 626   2,51   0,40%
  • ISSI 217   0,86   0,40%
  • IDX30 352   2,00   0,57%
  • IDXHIDIV20 432   1,19   0,28%
  • IDX80 94   0,38   0,41%
  • IDXV30 119   0,44   0,37%
  • IDXQ30 112   0,28   0,25%

AS: Rusia harus setop pengembangan Chernobyl terbang, rudal jelajah nuklir


Kamis, 23 Juli 2020 / 00:20 WIB
ILUSTRASI. Sistem rudal balistik antarbenua Yars dalam Parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah di Moskow, Rusia, 24 Juni 2020.


Sumber: The Moscow Times,The Moscow Times | Editor: S.S. Kurniawan

Menurut dia, negosiasi pengendalian senjata AS-Rusia akan mencakup beberapa senjata nuklir dan hipersonik yang Putin sebutkan menjelang pemilihannya kembali pada 2018 lalu. Tapi, ia menekankan, Rusia harus memasukkan Burevestnik.

“Mengapa Anda memiliki rudal jelajah bertenaga nuklir dan berhulu ledak nuklir? Itu tidak lebih dari Chernobyl terbang,” sebut Billingslea.

“Pikirkan saja radioaktif yang akan dihasilkannya saat ia berputar (saat terbang). Tidak ada argumen yang baik dan logika untuk memiliki sistem kiamat semacam ini," ujarnya.

Baca Juga: Mengenal Poseidon, senjata nuklir hari kiamat milik Rusia

Dalam kicauan di Twitter pada awal Juli lalu, Billingslea mengatakan, AS melihat Burevestnik dan "drone hari kiamat" Poseidon sebagai "konsep mengerikan" yang harus Rusia tangguhkan.

Hanya, tak lama setelah kecelakaan mematikan saat uji coba Burevestnik pada Agustus 2019 lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan, AS memiliki rudal "serupa tapi lebih canggih.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×