kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.161   4,00   0,02%
  • IDX 7.596   -27,49   -0,36%
  • KOMPAS100 1.049   -6,55   -0,62%
  • LQ45 757   -3,28   -0,43%
  • ISSI 276   -1,81   -0,65%
  • IDX30 404   0,11   0,03%
  • IDXHIDIV20 490   0,31   0,06%
  • IDX80 118   -0,65   -0,55%
  • IDXV30 138   0,08   0,06%
  • IDXQ30 129   0,15   0,12%

AS tak mau lagi panggil 'presiden' untuk Xi Jinping, apa alasannya?


Senin, 24 Agustus 2020 / 08:18 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping. REUTERS/Jonathan Ernst/Aly Song


Sumber: The Straits Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Xi saat ini adalah sekretaris jenderal PKC, ketua Komisi Militer Pusat PKT, Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan ketua Komisi Militer Pusat RRT.

Presiden AS Donald Trump sejauh ini tampaknya belum menyebut Xi sebagai sekretaris jenderal.

Namun, Trump telah menjadikan posisi sulitnya di China sebagai elemen kunci menjelang pemilihan presiden 3 November, dan berniat untuk terus menekan Beijing.

Baca Juga: Kampanye Piring Bersih ala China, apa itu?

Di luar penanganan China terhadap pandemi Covid-19 dan cengkeraman Beijing yang semakin ketat atas Hong Kong, hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia itu memiliki serangkaian titik nyala termasuk teknologi 5G, hingga pertahanan dan perdagangan. 

"Ketidakjujuran China yang terang-terangan terhadap komunitas internasional merenggut nyawa, dan PKC serta (Organisasi Kesehatan Dunia) harus bertanggung jawab atas kegagalan mereka," demikian diberitakan SCMP yang mengutip Perry.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×