Asia Punya Lebih dari 950 Miliarder, Terbanyak di Antara Semua Wilayah

Rabu, 05 Oktober 2022 | 14:49 WIB Sumber: Nikkei,Forbes
Asia Punya Lebih dari 950 Miliarder, Terbanyak di Antara Semua Wilayah

ILUSTRASI. Miliarder India Gautam Adani berpidato di depan para delegasi selama KTT Bisnis Global Bengal di Kolkata, India 20 April 2022. REUTERS/Rupak De Chowdhuri


KONTAN.CO.ID - Meskipun daftar 10 orang terkaya di dunia selalu didominasi oleh miliarder asal AS, namun pada kenyataannya mayoritas miliarder dunia berasal dari benua Asia.

Daftar Forbes Real-Time Billionaires yang dirilis hari Kamis (29/9) pekan lalu menunjukkan bahwa Asia memiliki 951 miliarder, jauh melebihi wilayah lainnya. Amerika Utara hanya memiliki 777 miliarder dan Eropa 536 orang miliarder.

Jika digolongkan berdasarkan negara, AS menempati peringkat pertama dengan 719 miliarder diikuti oleh China dengan 440 dan India dengan 161 orang.

Baca Juga: Saham Twitter Naik 22% Setelah Elon Musk Menyatakan Siap Membelinya Sesuai Harga Awal

Sepuluh negara anggota ASEAN memiliki total 114 miliarder, Taiwan memiliki 45, Korea Selatan 28, dan Jepang 27.

Data Forbes juga menunjukkan bahwa negara-negara berkembang sekarang menghasilkan lebih banyak miliarder daripada yang dimiliki Eropa dan AS pada abad ke-19 dan ke-20. Fenomena ini tak lepas dari kemajuan teknologi komunikasi dan globalisasi.

China dan India jadi pemain penting dalam peningkatan jumlah miliarder di Asia. Global Wealth Report yang dirilis oleh Credit Suisse pada bulan September menemukan bahwa nilai aset yang dimiliki oleh 1% teratas orang terkaya melonjak 11 kali di India dan 34 kali di China antara tahun 2000 dan 2021.

Sementara itu, di AS dan Jepang masing-masing hanya tumbuh 3,6 kali dan 1,2 kali pada periode yang sama.

Baca Juga: Jeff Bezos Kembali Rebut Gelar Orang Terkaya Kedua di Dunia

Soichiro Matsumoto, kepala investasi di Credit Suisse Wealth Management di Jepang, menyebut bahwa kenaikan harga real estat adalah pendorong utama akumulasi kekayaan oleh orang Asia.

"Orang-orang yang menduduki peringkat tinggi dalam daftar orang kaya sebagian besar adalah pemilik bisnis dengan jumlah saham besar di perusahaan global, bukan real estat," kata Matsumoto, seperti dikutip Nikkei.

Saat ini miliarder Asia menghadapi beberapa efek buruk dari pengetatan kebijakan moneter, seperti jatuhnya harga saham dan apresiasi dolar.

Kondisi ini telah membuat jumlah orang dalam Forbes Real-Time Billionaires turun hingga 245 dalam waktu enam bulan. Asia kehilangan 126 nama, sementara Amerika Utara kehilangan 27. 

Namun pengurangan itu masih belum bisa mencabut gelar Asia sebagai pemilik miliarder terbanyak di dunia.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru