Atas dasar kebebasan, beberapa negara bagian AS sahkan aturan anti penggunaan masker

Jumat, 21 Mei 2021 | 09:57 WIB Sumber: Reuters
Atas dasar kebebasan, beberapa negara bagian AS sahkan aturan anti penggunaan masker

ILUSTRASI. Donald Trump mencopot masker saat keluar ke balkon Gedung Putih untuk menemui pendukungnya yang berkumpul di Halaman Selatan untuk reli kampanye yang disebut Gedung Putih sebagai 'protes damai' di Washington, Amerika Serikat, Sabtu (10/10/2020).


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Terlepas dari ganasnya penularan Covid-19 di AS, rupanya sejumlah negara bagian menolak aturan yang mewajibkan penggunaan masker. Atas dasar kebebasan mengatur diri sendiri, negara-negara bagia tersebut sepakat melarang penggunaan masker pelindung.

Pada hari Kamis (20/5), Iowa jadi negara bagian AS terbaru yang mengesahkan undang-undang yang melarang kota, kabupaten, dan sekolah setempat mewajibkan penggunaan masker.

Gubernur Iowa Kim Reynolds yang berasal dari Partai Republikan, menandatangani undang-undang itu hanya beberapa jam setelah disetujui oleh badan legislatif negara bagian. 

Baca Juga: Masyarakat AS yang telah divaksinasi penuh akhirnya bebas beraktivitas tanpa masker

Sebelum ini, negara bagian Texas dan Florida, yang gubernurnya juga seorang Republikan, telah lebih dulu mengesahkan undang-undang serupa.

"Negara bagian Iowa membiarkan orang tua untuk mengontrol pendidikan anak mereka dan (kami) mengambil langkah lebih besar untuk melindungi hak semua warga Iowa dalam membuat keputusan perawatan kesehatan mereka sendiri," ungkap Reynold, sebagaimana dikutip Reuters.

Dalam perintah eksekutif hari Selasa (18/5), Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan sekolah harus membatalkan persyaratan masker sebelum 4 Juni.

Namun, rumah sakit umum dan penjara negara bagian mungkin masih memberlakukan persyaratan masker, kata perintah tersebut.

Badan legislatif Utah pada hari Rabu (19/5) juga mengesahkan undang-undang yang melarang sekolah negeri dan universitas negeri meminta siswanya menggunakan masker. Keputusan ini masih menunggu keputusan gubernur.

Baca Juga: Pekan depan, FDA AS akan memberi otorisasi vaksin Pfizer untuk anak usia 12-15 tahun

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru