Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Regulator internet Australia pada Rabu (22/4/2026) meminta platform game online termasuk Roblox dan Minecraft milik Microsoft untuk menjelaskan bagaimana mereka melindungi anak-anak dari upaya grooming oleh predator seksual serta melindungi remaja dari proses radikalisasi.
Melansir Reuters, Regulator eSafety mengatakan pihaknya telah mengeluarkan pemberitahuan transparansi yang mengikat secara hukum kepada Roblox, Minecraft, Fortnite milik Epic Games, serta Steam milik Valve. Pemberitahuan itu mencakup sistem, jumlah staf, serta langkah-langkah keamanan yang selaras dengan protokol keamanan siber.
Perusahaan-perusahaan tersebut wajib menanggapi pemberitahuan tersebut. Jika tidak patuh, mereka dapat dikenai sanksi dan berpotensi menghadapi gugatan perdata.
Komisioner eSafety Julie Inman Grant mengatakan layanan yang terkait dengan game, termasuk pesan terenkripsi, bisa menjadi titik kontak pertama antara anak-anak dan pelaku dalam kasus grooming, pemerasan seksual, serta radikalisasi.
“Apa yang sering kami lihat adalah setelah pelaku melakukan kontak dengan anak-anak di lingkungan game online, mereka kemudian memindahkan anak-anak itu ke layanan pesan pribadi,” kata Inman Grant dalam sebuah pernyataan.
Ia mengatakan platform game juga berfungsi sebagai ruang sosial. Ia mencatat sembilan dari 10 warga Australia berusia delapan hingga 17 tahun pernah memainkan game online.
“Orang dewasa predator mengetahui hal ini dan menargetkan anak-anak melalui grooming atau menyisipkan narasi teroris serta ekstremisme kekerasan dalam permainan, sehingga meningkatkan risiko tindak kejahatan kontak langsung, radikalisasi, dan berbagai bahaya lain di luar platform,” ujarnya.
Baca Juga: Meta Bangun Pusat Data Raksasa Rp17 T, Janjikan 1.000 Lowongan Baru
Roblox dan Microsoft belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya pengawasan terhadap cara platform game mendeteksi ancaman online terhadap anak di bawah umur. Percakapan real-time dengan pengguna tak dikenal di sejumlah platform dinilai lebih sulit diawasi oleh alat otomatis dibanding media sosial tradisional.
Pada Selasa, Roblox mencapai kesepakatan dengan negara bagian Alabama dan West Virginia terkait klaim bahwa perusahaan gagal melindungi pengguna muda. Roblox setuju membayar lebih dari US$ 23 juta dan melakukan perubahan pada cara anak-anak dapat menggunakan fitur chat dan fungsi game.
Roblox juga menghadapi lebih dari 140 gugatan di pengadilan federal AS yang menuduh perusahaan tersebut secara sadar memfasilitasi eksploitasi seksual terhadap anak.
Tonton: Tim Cook Resmi Mundur Era Baru Apple Dimulai
Di tengah berbagai masalah hukum itu, Roblox pekan lalu mengatakan akan membuat akun khusus bagi pengguna muda mulai Juni, dengan mengelompokkan pengguna usia lima hingga delapan tahun ke dalam “Roblox Kids”, dan pengguna usia sembilan hingga 15 tahun ke dalam “Roblox Select”.













