Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Raksasa teknologi China Baidu mengumumkan akan mengadopsi model open source untuk chatbot AI generatif terbarunya, Ernie 4.5, setelah terinspirasi oleh keberhasilan DeepSeek.
Dalam panggilan konferensi pasca pengumuman laporan keuangan kuartal IV-2024, CEO Baidu Robin Li menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah melihat bagaimana DeepSeek berhasil mempercepat adopsi model AI fundamental di pasar.
Baca Juga: Yang Ditunggu-tunggu, Ini Pesan Xi Jinping kepada Jack Ma dan Bos Teknologi China
Bersaing dengan DeepSeek, Baidu Siap Gratiskan Layanan AI
Baidu menjadi salah satu perusahaan pertama di China yang meluncurkan chatbot mirip ChatGPT pada awal 2023, mengklaim bahwa Ernie 4.0 saat itu sudah sebanding dengan GPT-4 milik OpenAI.
Namun, seiring waktu, Ernie kesulitan mendapatkan adopsi luas karena persaingan ketat, terutama dari model terbaru DeepSeek seperti R1, yang dirilis bulan lalu.
Sebagai respons, Baidu mengumumkan rencana untuk membuka akses open-source bagi model AI generasi berikutnya mulai Juni serta menggratiskan layanan chatbot premium mulai April.
"Salah satu pelajaran yang kami ambil dari DeepSeek adalah bahwa open-source dapat sangat membantu adopsi teknologi," kata Robin Li.
"Ernie 4.5 akan menjadi model terbaik kami sejauh ini, dan kami ingin pengguna serta pelanggan bisa mencobanya dengan lebih mudah. Keputusan ini didukung oleh keyakinan mendalam kami pada keunggulan teknologi yang kami miliki."
Baca Juga: Mantan CTO OpenAI Mira Murati Luncurkan Startup AI, Rekrut Mantan Karyawan ChatGPT
Laporan Keuangan Baidu: Pendapatan Menurun, AI Cloud Tumbuh Pesat
Sepanjang kuartal IV-2024, Baidu mencatat penurunan 2% dalam pendapatan kuartalan menjadi 34,12 miliar yuan (US$4,7 miliar), terdampak oleh perlambatan bisnis periklanan.
Namun, angka ini masih melampaui estimasi analis yang diprediksi hanya 33,32 miliar yuan, menurut data LSEG.
Divisi Cloud AI tumbuh 26% menjadi 7,1 miliar yuan, didorong oleh adopsi teknologi AI.
Platform Ernie mencatat 1,65 miliar interaksi harian pada Desember, naik signifikan dari 600 juta pada Agustus.
Bisnis pemasaran online (di luar iQIYI) turun 7% menjadi 17,9 miliar yuan, terdampak perlambatan ekonomi China dan krisis sektor properti yang membuat bisnis kecil mengurangi anggaran iklan.
Baca Juga: Elon Musk Tantang ChatGPT dan DeepSeek! xAI Luncurkan Chatbot Grok-3
Sementara itu, saham Baidu yang terdaftar di AS mengalami penurunan sekitar 7% pada perdagangan pagi.
Dengan strategi open-source dan layanan AI gratis, Baidu berharap dapat meningkatkan daya saingnya dan mendorong adopsi Ernie 4.5 di tengah pasar AI yang semakin ketat.