kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Balas AS, China masukkan Apple dkk ke daftar perusahaan tidak bisa dipercaya


Jumat, 15 Mei 2020 / 21:30 WIB
ILUSTRASI. Seorang wanita melihat layar ponselnya di depan logo Apple di luar gerai di Shanghai, China, 30 Juli 2017.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Presiden Donald Trump menuduh China menyembunyikan asal-usul virus corona dan tidak bekerjasama dengan AS dan negara-negara lain dalam upaya untuk meneliti serta memerangi penyakit tersebut.

Situasi makin memanas setelah Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), Rabu (13/5), mengeluarkan peringatan: peretas China berusaha mencuri data perawatan dan vaksin virus corona baru.

Kedua lembaga Amerika Serikat (AS) ini mengatakan, organisasi yang meneliti virus corona baru berisiko menghadapi "penargetan dan jaringan membahayakan dari Republik Rakyat China".

Baca Juga: Kecewa berat! Trump tak mau bicara dengan Xi dan bisa putuskan hubungan China

Peringatan FBI dan CISA juga menggarisbawahi, Washington percaya China telah melanjutkan upaya luas untuk memperoleh rahasia komersial dan teknologi AS dengan segala cara, yang mungkin di bawah dorongan Presiden Xi Jinping, untuk menjadikan negaranya pemimpin teknologi dalam dekade ini.

Perang lantas melebar ke perjanjian perdagangan fase 1 AS-China. Bahkan, kekesalan Trump meluas ke Presiden China Xi Jinping. "Tapi, saya saat ini tidak ingin berbicara dengannya," kata Trump dalam wawancara dengan Fox Bussines.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×