kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Bangladesh sediakan tempat khusus bagi pengungsi Rohingya di sebuah pulau terpencil


Senin, 28 Desember 2020 / 15:37 WIB
Bangladesh sediakan tempat khusus bagi pengungsi Rohingya di sebuah pulau terpencil
ILUSTRASI. Pulau Bhasan Char akan menjadi tempat tinggal baru bagi para pengungsi Rohingya di Bangladesh.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - DHAKA. Bangladesh akan memindahkan kelompok pengungsi Rohingya ke sebuah pulau terpencil yang terletak di Teluk Benggala pada hari Selasa (29/12). Rencana pemindahan pengungsi ke pulau dataran rendah ini mendapat kritik dari sejumlah kelompok hak asasi manusia karena dinilai tidak aman untuk para pengungsi.

Reuters melaporkan saat ini ada lebih dari 1.100 pengungsi Rohingya di Bangladesh. Semuanya akan dipindahkan dari kamp pengungsi di dekat perbatasan Myanmar ke pulau Bhasan Char.

Pemindahan pada hari Selasa besok merupakan yang kedua kalinya, setelah pada awal bulan ini otoritas terkait di Bangladesh telah memindahkan gelombang pertama sebanyak 1.600 orang.

"Bus dan truk siap membawa mereka dan barang-barang mereka ke pelabuhan Chittagong hari ini. Malam ini, mereka akan tinggal di sana. Besok mereka akan dibawa oleh kapal angkatan laut ke pulau itu," ungkap salah satu pejabat terkait pada hari Senin (28/12).

Baca Juga: Pengakuan tentara Myanmar pembantai Rohingya: Bunuh semua yang terlihat

Lembaga kemanusiaan dan kelompok pejuang HAM mengkritik relokasi tersebut, dengan mengatakan pulau yang menjadi tujuan rawan banjir, rentan terhadap badai, dan dapat benar-benar tenggelam saat air pasang.

Menanggapi kritik tersebut, Bangladesh mengatakan pihaknya hanya memindahkan orang-orang yang bersedia pergi. Selain itu, relokasi para pengunsi Rohingya ini juga akan mengurangi kepadatan parah di kamp-kamp yang menampung lebih dari 1 juta orang Rohingya.

Mohammed Shamsud Douza, wakil pejabat pemerintah yang bertanggung jawab atas pengungsi, mengatakan tanggul sepanjang 12 km telah dibangun untuk melindungi pulau dari banjir.

Baca Juga: Suu Kyi: Pengadilan Dunia tak punya yurisdiksi kasus Rohingya




TERBARU

[X]
×