CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Bank Dunia Menyetujui Pembentukan Cadangan Dana Baru untuk Memerangi Pandemi


Jumat, 01 Juli 2022 / 14:05 WIB
Bank Dunia Menyetujui Pembentukan Cadangan Dana Baru untuk Memerangi Pandemi
ILUSTRASI. Logo Bank Dunia


Sumber: The Straits Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Melihat ancaman yang semakin nyata, Dewan Bank Dunia pada hari Kamis (30/6) akhirnya menyetujui pembentukan program cadangan dana baru yang akan fokus digunakan untuk investasi dan keperluan lainnya dalam memperkuat perang melawan pandemi.

Dilansir dari The Straits Times, cadangan dana itu secara rinci akan digunakan untuk mendukung pencegahan, kesiapsiagaan dan respons (PPR), dengan fokus pada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

"Kerugian manusia, ekonomi dan sosial dari Covid-19 telah memperlihatkan bahwa ada kebutuhan mendesak akan tindakan terkoordinasi untuk membangun sistem kesehatan yang lebih kuat dan memobilisasi sumber daya tambahan," tulis Bank Dunia dalam pernyataannya.

Baca Juga: Bank Dunia Menyiapkan US$ 2,3 Miliar untuk Mengatasi Kerawanan Pangan di Afrika

Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan, saat ini badan tersebut adalah penyedia pembiayaan terbesar untuk PPR, dengan operasi aktif di lebih dari 100 negara berkembang untuk memperkuat sistem kesehatan mereka.

Bank Dunia juga mengatakan bahwa program pendaan ini dikembangkan di bawah kepemimpinan Amerika Serikat, Italia dan Indonesia, sebagai bagian dari kepresidenan G20 mereka. Program ini juga mendapat dukungan yang luas dari para anggota G20.

Untuk saat ini Bank Dunia berharap bisa mengumpulkan hingga US$ 1 miliar. Programnya sendiri baru akan dibuka akhir tahun ini.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta G7 dan G20 Kompak Atasi Krisis Pangan Global

Seorang juru bicara Bank Dunia mengatakan jika pandemi Covid-19 masih berlangsung saat dana tersebut diimplementasikan, maka dana yang ada dapat digunakan saat itu juga.

"Dana perantara keuangan ini akan memberikan pembiayaan bagi lembaga yang ada, dan digunakan untuk mendukung negara dan kawasan berpenghasilan rendah dan menengah untuk mempersiapkan pandemi berikutnya," ungkap Bank Dunia.

Sementara itu, WHO juga akan berperan dalam program ini dengan memberikan keahlian teknis yang terkait dengan pencegahan penyakit. 

Keterlibatan WHO itu pun telah dikonfirmasi langsung oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus sebagai Direktur Jenderal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×