Bank Dunia Menyiapkan US$ 2,3 Miliar untuk Mengatasi Kerawanan Pangan di Afrika

Rabu, 22 Juni 2022 | 12:07 WIB Sumber: Bloomberg
Bank Dunia Menyiapkan US$ 2,3 Miliar untuk Mengatasi Kerawanan Pangan di Afrika

ILUSTRASI. Warga Ethiopia berbaris untuk mendapatkan jatah makanan di kamp Um-Rakoba wilayah Al-Qadarif, perbatasan Sudan-Ethiopia. Bank Dunia menyiapkan US$ 2,3 Miliar untuk mengatasi kerawanan pangan di Afrika.

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Bank Dunia akhirnya menyetujui program baru untuk membantu Afrika terhindar dari kerawanan pangan. Melalui program ini, Bank Dunia menjanjikan bantuan senilai US$ 2,3 miliar.

Dalam pernyataan Selasa (21/6), Bank Dunia berharap, pendanaan tersebut bisa meningkatkan kemampuan Afrika untuk mengatasi  krisis pangan yang pada bulan depan diprediksi akan memengaruhi hingga 66,4 juta orang.

Melansir Bloomberg, Bank Dunia menjelaskan, Afrika saat ini merasakan guncangan yang hebat akibat kekeringan, konflik, serta wabah hama dan penyakit.

Baca Juga: G20 Berencana Kumpulkan Dana Persiapan Pandemi Sebesar US$ 1,5 Miliar Tahun Ini

Krisis ekonomi dan pangan juga semakin buruk sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari lalu. Konflik telah secara langsung menghambat masuknya biji-bijian dari Ukraina yang menjadi makanan pokok penduduk Afrika.

Program baru Bank Dunia itu bertajuk Program Ketahanan Sistem Pangan yang akan berupaya meningkatkan strategi respons krisis pangan antar-lembaga, termasuk memperkuat sistem peringatan dini dan perencanaan respons cepat.

Lebih lanjut, program Bank Dunia ini juga dirancang untuk meningkatkan dukungan darurat kepada produsen dan menyediakan langkah-langkah dalam melakukan perdagangan darurat dan mengamankan cadangan makanan.

Baca Juga: AS dan Ukraina Resmikan Kerjasama Pertanian Berdurasi Tiga Tahun

Ethiopia dan Madagaskar akan menjadi dua negara yang akan menerima bantuan melalui tahap pertama. Bank Dunia mencatat, ada sekitar 22,7 juta dan 7,8 juta orang yang mengalami kerawanan pangan di masing-masing negara.

Dana yang akan dikucurkan pada tahap pertama ini sebesar US$ 788 juta dan diharapkan bisa memberikan manfaat langsung kepada 2,3 juta orang.

Sebagian dari pendanaan juga akan diarahkan ke badan-badan regional seperti Intergovernmental Authority on Development (IGAD), serta Centre for Coordination of Agricultural Research and Development for Southern Africa (CCARDESA).

Kedua badan regional tersebut diharapkan bisa mengoptimalkan penyaluran bantuan melalui informasi dan data yang mereka sediakan.

Untuk penyaluran dana di tahap-tahap berikutnya, negara-negara yang akan menjadi sasaran antara lain adalah Komoro, Republik Demokratik Kongo, Lesotho, Malawi, Mozambik, Sudan Selatan, Tanzania, Zambia, Zimbabwe.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru