kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Bank sentral China akan memperkuat kerja sama anti pencucian uang di luar negeri


Rabu, 19 Juni 2019 / 17:05 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Bank sentral China akan memperkuat kerja sama dengan sejumlah negara, termasuk kawasan Eropa untuk mengekang kegiatan pencucian uang lintas batas.

People's Bank of China (PBOC) dalam sebuah pernyataannya mengatakan bahwa kerja sama lintas batas akan berfokus pada peraturan anti pencucian uang, pertukaran informasi keuangan, dan pemulihan aset.

Pernyataan tersebut merupakan tanggapan bank sentral atas artikel Reuters pada minggu lalu yang mengutip seorang pejabat senior Europol yang memperingatkan negara-negara Baltik akan risiko masuknya uang haram secara besar-besaran dari Rusia dan China .

Sebuah laporan baru-baru ini oleh Gugus Tugas Tindakan Keuangan (FATF), menuliskan bahwa banyak uang yang berasal dari tindak kriminal keluar dari China tiap tahun.

"Pemerintah China tidak luput untuk berupaya menindak semua jenis kegiatan kriminal, termasuk pencucian uang," kata PBOC.

Bank sentral ini telah memulihkan 8,6 miliar yuan atau setara US$ 1,25 miliar dana ilegal dari lebih dari 90 negara selama periode tahun 2014 hingga 2016. "Tentu saja, ada ruang untuk perbaikan di bidang ini, dan kami berupaya memperkuat aspek-aspek tersebut," lanjut pernyataan tersebut.




TERBARU

[X]
×