kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Bank sentral India menghadapi dilema bunga acuan


Jumat, 13 Desember 2013 / 21:38 WIB
ILUSTRASI. Cendana Home Series yang dikembangkan Lippo Karawaci.


Sumber: Bloomberg | Editor: Sandy Baskoro

MUMBAI. Bank sentral India menghadapi dilema, apakah mengerek bunga acuan atau mempertahankan? Sebab, inflasi pada bulan lalu sudah mencapai 11%, sementara produksi industri menurun melampaui estimasi.

Inflasi tahunan India pada November tahun ini naik melebihi ekspektasi menjadi 11,24%. Hal ini mendorong sejumlah bank, mulai dari Nomura Holdings Inc hingga DBS Group Holdings merevisi proyeksi suku bunga mereka.

Di sisi lain, sebagian besar ekonom yang disurvei Bloomberg menyatakan, bank sentral India atau Reserve Bank of India (RBI) akan menaikkan bunga repo acuan menjadi 8%, dari sebelumnya 7,75%. RBI akan menggelar pertemuan pada Rabu (18/12) mendatang. "Kami sangat tidak nyaman dengan level inflasi saat ini," ungkap Raghuram Rajan, Gubernur RBI seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Sejak memimpin RBI pada September lalu, Rajan telah menaikkan bunga acuan sebesar 50 basis poin.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×