kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Bank sentral India menghadapi dilema bunga acuan


Jumat, 13 Desember 2013 / 21:38 WIB
ILUSTRASI. Cendana Home Series yang dikembangkan Lippo Karawaci.


Sumber: Bloomberg | Editor: Sandy Baskoro

MUMBAI. Bank sentral India menghadapi dilema, apakah mengerek bunga acuan atau mempertahankan? Sebab, inflasi pada bulan lalu sudah mencapai 11%, sementara produksi industri menurun melampaui estimasi.

Inflasi tahunan India pada November tahun ini naik melebihi ekspektasi menjadi 11,24%. Hal ini mendorong sejumlah bank, mulai dari Nomura Holdings Inc hingga DBS Group Holdings merevisi proyeksi suku bunga mereka.

Di sisi lain, sebagian besar ekonom yang disurvei Bloomberg menyatakan, bank sentral India atau Reserve Bank of India (RBI) akan menaikkan bunga repo acuan menjadi 8%, dari sebelumnya 7,75%. RBI akan menggelar pertemuan pada Rabu (18/12) mendatang. "Kami sangat tidak nyaman dengan level inflasi saat ini," ungkap Raghuram Rajan, Gubernur RBI seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Sejak memimpin RBI pada September lalu, Rajan telah menaikkan bunga acuan sebesar 50 basis poin.




TERBARU

[X]
×