Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - OSLO. Bank sentral Norwegia alias Norges Bank mempertahankan suku bunga acuan di level 4,25% pada pertemuan kebijakan hari Kamis (18/6/2026), sesuai ekspektasi survei Reuters terhadap para analis. Namun, bank sentral kembali menegaskan rencana untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut tahun ini guna menekan inflasi yang masih tinggi.
Keputusan tersebut membuat mata uang krona Norwegia melemah tipis ke 11,06 terhadap euro pada pukul 15.03 WIB, dari 11,04 sesaat sebelum pengumuman.
Dalam pernyataannya, Norges Bank menyebut bahwa kemungkinan besar diperlukan kenaikan suku bunga kebijakan lebih lanjut pada salah satu pertemuan kebijakan moneter mendatang.
Baca Juga: Malaysia Tuntut Ganti Rugi US$251,76 Juta ke Norwegia Usai Pembatalan Sistem Rudal
Gubernur Ida Wolden Bache juga menegaskan kebijakan moneter yang lebih ketat diperlukan untuk menurunkan inflasi kembali ke target dalam jangka waktu yang wajar.
“Kami memperkirakan bahwa sikap kebijakan moneter yang sedikit lebih ketat akan diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke target dalam jangka waktu yang masuk akal,” ujarnya.
Pada pertemuan bulan lalu, Norges Bank justru menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%, lebih cepat dari perkiraan banyak analis, sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang dipicu oleh kenaikan upah dan tingginya biaya energi.
Data resmi menunjukkan inflasi inti tahunan naik tak terduga menjadi 3,4% pada Mei, dari 3,2% pada April, yang semakin menjauh dari target jangka panjang bank sentral sebesar 2%.
Meski pada tahun lalu Norges Bank sempat memangkas suku bunga dua kali dan pada Desember mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran lanjutan pada 2026, arah kebijakan kini berubah seiring inflasi yang bertahan di atas 3%.
Sebanyak 26 ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga pada pertemuan kali ini, namun mayoritas masih memproyeksikan satu kenaikan lagi sebesar 25 basis poin menjadi 4,50% sebelum akhir tahun, kemungkinan besar pada akhir kuartal ketiga.
Pertemuan kebijakan moneter berikutnya dijadwalkan pada Agustus, disusul pertemuan lanjutan pada September.
Baca Juga: Menlu Norwegia Khawatir dengan Perang Besar yang Terjadi di Timur Tengah













