kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Begini cara pendiri Microsoft Bill Gates mengendalikan egonya


Rabu, 13 November 2019 / 15:56 WIB
Begini cara pendiri Microsoft Bill Gates mengendalikan egonya


Sumber: CNBC | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  Pendiri Microsoft Bill Gates adalah orang terkaya kedua di dunia dengan total kekayaan lebih dari US$ 109 miliar atau setara Rp 1.526 triliun (kurs 1 US$ = Rp 14.00) .

Gates juga seorang pengusaha paling terkenal dan sukses di dunia. Ia terlibat dalam pendirian Microsoft yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$ 1 triliun saat ia berusia 19 tahun setelah keluar dari Harvard.

Dalam mencapai kesuksesan, Bill Gates mengatakan, pertama-tama ia harus menjaga egonya. Salah satu caranya adalah dengan menghindari publikasi sebanyak mungkin.

Baca Juga: Michael Bloomberg dan Hillary Clinton diprediksi bakal maju menantang Trump

"Sebagian darinya adalah bahwa Anda membatasi waktu Anda tampil ke dunia luar, karena itu sedikit menyimpang," kata Bill Gates pada hari Rabu di acara The New York Times DealBook seperti dilansir CNBC, Rabu (13/11).

Namun Bill Gates yang kekayaanya hanya terpaut tipis dengan CEO Amazon Jeff Bezos yang memiliki kekayaan sebesar US$ 111 miliar atau setara Rp 1.554 triliun, mengatakan, kadang-kadang ia merasa besar kepala, tapi untunglah, istrinya Melinda, cepat melakukan koreksi dan mengingatkannya.

Atau pun teman baiknya yakni investor kawakan Warren Buffett. "Jika saya terlihat sombong, mereka (Melinda atau Warren Buffett) akan memotong egoisme saya itu," kata Gates.

Baca Juga: Amazon menjadi saham yang paling diburu di Wall Street, ini alasannya

Gates melanjutkan, dia juga tetap rendah hati dengan melakukan kegiatan normal, seperti mencuci piring setelah makan malam setiap malam dan mengantar anak-anaknya ke sekolah di pagi hari. 




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×