kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Beijing desak Australia cabut larangan perjalanan bagi pelancong China


Senin, 17 Februari 2020 / 14:33 WIB
Beijing desak Australia cabut larangan perjalanan bagi pelancong China
ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona. REUTERS/Aly Song TPX IMAGES OF THE DAY

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Duta Besar Tiongkok untuk Australia mengatakan pada hari Senin (17/2/2020), Canberra harus mencabut larangan atas kedatangan warga negara asing dari China daratan.

Melansir Reuters, sejak 1 Februari, Australia telah melarang siapa pun kecuali warga negaranya dan penduduk tetap yang datang dari China untuk memasuki negara itu. Alasannya, langkah itu untuk menghentikan penyebaran virus corona baru.

Menurut duta besar China untuk Australia Cheng Jingye, saat ini jumlah kasus virus corona di Australia telah stabil di angka 15. Itu sebabnya, Canberra harus mempertimbangkan pencabutan larangan pada tinjauan kebijakan berikutnya sebelum 22 Februari.

Baca Juga: Warga China jelajahi apotek di Indonesia untuk membeli masker sebanyak mungkin

“Kami telah menyatakan keinginan dan harapan kami yang kuat bahwa pemerintah Australia dalam peninjauannya akan mengambil pendekatan yang seimbang dan menghilangkan batasan-batasan yang keras itu. Setidaknya mereka harus menenangkan mereka,” kata Cheng kepada Sky News Australia. "Itu tidak konsisten dengan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)."

Larangan wisatawan yang tiba dari daratan China akan berakhir pada 15 Februari, akan tetapi diperpanjang selama satu minggu lagi. Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, perpanjangan lebih lanjut akan diputuskan berdasarkan kondisi dari minggu-ke-minggu.

Baca Juga: Curi tisu toilet Rp 1,8 juta, warga Hong Kong terancam penjara seumur hidup!

Menyegarkan ingatan saja, jumlah korban terinfeksi virus corona yang dilaporkan di provinsi Hubei China naik pada hari Senin setelah dua hari mengalami penurunan, karena pihak berwenang memberlakukan pembatasan baru yang ketat pada gerakan untuk mencegah penyebaran penyakit Covid-19, yang telah menewaskan lebih dari 1.700 orang.

Morrison mengatakan Canberra akan dipandu oleh saran dari para ahli medis, meskipun tekanan pada ekonomi Australia semakin meningkat.

Baca Juga: Virus corona belum reda, China pangkas suku bunga pinjaman jangka menengah

China adalah mitra dagang terbesar Australia, di mana Beijing mengirimkan lebih dari 1 juta wisatawan dan pelajar di sana setiap tahun.

Pejabat bank sentral Australia pada bulan ini mengatakan epidemi itu dapat mengurangi 0,2% pertumbuhan ekonomi Australia pada kuartal pertama tahun ini.

 




TERBARU

Close [X]
×