kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Belum ada titik temu, perundingan nuklir antara AS dan Korea Utara kembali buntu


Minggu, 06 Oktober 2019 / 07:49 WIB

Belum ada titik temu, perundingan nuklir antara AS dan Korea Utara kembali buntu
ILUSTRASI. Poster bendera AS dan Korut jelang pertemuan Donald Trump - Kim Jong Un di Vietnam


KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Perundingan nuklir antara pejabat Korea Utara dengan Amerika Serikat di Swedia buntu. Hal ini menghancurkan prospek pengakhiran kebuntuan perundingan selama berbulan-bulan.

Mengutip Reuters, Sabtu (5/10), Ketua negosiator nuklir Korea Utara Kim Myong Gil menyalahkan ketidakfleksibelan AS, dan menyatakan negosiator AS tidak meninggalkan sudut pandang dan sikap lamanya.

"Negosiasi belum memenuhi harapan kami dan akhirnya terputus," kata Kim kepada wartawan di luar Kedutaan Korea Utara seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Pasca Korea Utara tembakkan peluru kendali, AS uji coba rudal balistik antarbenua

"Amerika Serikat membawa ide-ide kreatif dan berdiskusi dengan rekan-rekan dari Korea Utara," kata juru bicara Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan delegasi AS telah meninjau sejumlah inisiatif baru yang akan membuka jalan bagi kemajuan dalam pembicaraan dan menggarisbawahi pentingnya keterlibatan yang lebih intensif untuk menyelesaikan banyak masalah antara kedua belah pihak.

"Amerika Serikat dan Korea Utara tidak akan mengatasi warisan perang dan permusuhan 70 tahun di Semenanjung Korea dalam satu hari saja. Ini adalah masalah berat, dan butuh komitmen yang kuat dari kedua negara. Amerika Serikat punya komitmen itu," katanya.

Namun Kim meremehkan gerakan AS.

"AS meningkatkan harapan dengan menawarkan saran seperti pendekatan yang fleksibel, metode baru dan solusi kreatif. Tetapi mereka sangat mengecewakan kami dan mengurangi antusiasme kami untuk bernegosiasi dengan tidak membawa apapun ke meja negosiasi," kata Kim.

Baca Juga: Korea Utara kemungkinan menembakkan rudal balistik dari kapal selam

Kantor luar negeri Swedia menolak memberikan perincian tentang undangan untuk pembicaraan baru, atau apakah Korea Utara telah menerima.

Pada Sabtu malam, ketua tim perundingan Korea Utara Kim Myong Gol menuduh AS tak berniat untuk menyelesaikan permasalahan kedua negara lewat dialog. Tetapi mengatakan bahwa denuklirisasi di Semenanjung Korea masih memungkinkan.

Menurut Kim, itu hanya terjadi "Ketika semua hambatan yang mengancam keselamatan dan memeriksa perkembangan kita dihilangkan sepenuhnya tanpa ragu," kata Kim.

KIm merujuk keinginan Korea Utara agar Washington mengurangi tekanan ekonomi pada negara itu.

Para analis mengatakan, para pemimpin kedua negara menghadapi meningkatnya insentif untuk mencapai kesepakatan. meski tak jelas apakah titik temu bisa dicapai setelah kebuntuan dalam perundingan berlangsung lama.

Jenny Town, redaktur pelaksana 38 North melihat pembicaraan antara AS dan Korea Utara sepertinya tidak terlalu menjanjikan.

"Saya pikir harapan (Korea Utara) terlalu tinggi, sehingga penghapusan Boltonakan memberikan lebih banyak fleksibilitas pada apa yang dinginkan AS sebagai langkah awal," kata Town.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berharap ada kemajuan dalam perundingan kali ini.

"Kami sadar, ini akan menjadi kesempatan pertama kami untuk berdiskusi dalam beberapa waktu dan masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh kedua tim," katanya.


Sumber : Reuters
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×