Berkshire Hathaway Telah Melepaskan Sebagian Besar Saham Bancorp AS

Jumat, 11 November 2022 | 12:04 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Berkshire Hathaway Telah Melepaskan Sebagian Besar Saham Bancorp AS

ILUSTRASI. Berkshire Hathaway Inc, telah melepaskan lebih dari 91 juta saham Bancorp AS sejak awal tahun. REUTERS/Rick Wilking/File Photo


KONTAN.CO.ID - OMAHA. Perusahaan konglomerasi milik Warren Buffet, Berkshire Hathaway Inc, telah melepaskan lebih dari 91 juta saham Bancorp AS sejak awal tahun, mengurangi kepemilikannya di bank AS terbesar kelima sebesar 63%.

Dalam pengajuan yang dikutip dari Reuters Jumat (11/11), Berkshire mengatakan memiliki lebih dari 53 juta saham Bancorp AS, untuk 3,6% saham, pada 31 Oktober, turun dari 144,7 juta saham, atau 9,8%, pada 31 Desember 2021.

Berkshire mulai berinvestasi di bank yang berbasis di Minneapolis pada tahun 2006, menurut pengajuan peraturan. Saham US Bancorp ditutup Kamis di $44,87. Mereka telah jatuh 20% tahun ini.

Baca Juga: Formula Sukses Warren Buffett: Dividen adalah Kunci Pertumbuhan Jangka Panjang

Perusahaan tidak memberikan alasan pengurangan atau mengatakan jika telah menjual lebih banyak saham pada bulan November. Buffett tidak membahas pembelian dan penjualan sahamnya saat sedang berlangsung.

Bank dan perusahaan jasa keuangan lainnya biasanya merupakan persentase besar dari portofolio ekuitas Berkshire, yang berjumlah US$ 306,2 miliar per 30 September.

Perusahaan yang berbasis di Omaha, Nebraska, mengakhiri September dengan kepemilikan US$ 31,2 miliar di Bank of America Corp, bank AS terbesar kedua, dan baru-baru ini memegang saham besar di American Express Co dan Bank of New York Mellon Corp.

Dalam beberapa tahun terakhir juga memegang dan menjual saham bernilai miliaran dolar di Goldman Sachs Group Inc, JPMorgan Chase & Co dan Wells Fargo & Co.

Apple Inc adalah investasi saham biasa terbesar di Berkshire. Berkshire memiliki US$126,5 miliar saham pembuat iPhone pada 30 September.

Pada 14 November, Berkshire diharapkan dalam pengajuan peraturan untuk mengungkapkan lebih banyak informasi tentang kepemilikan sahamnya yang terdaftar di AS.

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru