kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Berpakaian hitam, aksi demonstrasi di Hong Kong terbesar sejak pemilu lokal


Senin, 09 Desember 2019 / 06:22 WIB
Berpakaian hitam, aksi demonstrasi di Hong Kong terbesar sejak pemilu lokal
ILUSTRASI. Aksi demonstrasi Hong Kong pada Minggu, 8 Desember 2019. REUTERS/Danish Siddiqui

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Polisi mengatakan mereka menangkap 11 orang lagi, dengan rentang usia 20 hingga 63 tahun, menyita senjata termasuk pisau tentara, petasan, peluru dan pistol semi-otomatis, selama berlangsung aksi protes.

Dulu, aksi kekerasan jarang terjadi di Hong Kong. Namun kini, kekerasan meningkat sepanjang tahun, ketika para pengunjuk rasa membakar kendaraan dan bangunan, melemparkan bom bensin, menjatuhkan puing-puing dari jembatan ke lalu lintas dan merusak pusat perbelanjaan. Polisi merespons dengan gas air mata, meriam air dan, kadang-kadang, tembakan langsung.

Baca Juga: Kabar terbaru, AS-China ternyata lebih dekat dengan kesepakatan dagang

Aksi unjuk rasa bersama pada bulan Juni atas RUU ekstradisi yang sekarang sudah ditarik akan memungkinkan seseorang untuk dikirim ke China daratan untuk diadili. Aksi itulah yang kemudian berkembang menjadi seruan demokrasi yang lebih luas.

Tidak ada komentar pada hari Minggu dari pemerintah Hong Kong, meskipun sehari sebelumnya pemerintah berjanji "dengan rendah hati" mendengarkan dan menerima kritik. Bos kepolisian baru menjanjikan pendekatan yang fleksibel untuk para pengunjuk rasa, dengan "baik pendekatan keras maupun lunak."

Baca Juga: China ke AS: Isu di Xinjiang bukan agama, tapi anti-terorisme dan anti-separatisme!

Sejak Juni, Hong Kong telah menyaksikan lebih dari 900 demonstrasi, prosesi, dan pertemuan publik, banyak yang berakhir dengan konfrontasi dengan kekerasan. Hampir 6.000 orang telah ditangkap.

Namun, Hong Kong relatif tenang sejak pemilihan 24 November. Sementara aksi demonstrasi muncul hampir setiap hari, kadang-kadang mengganggu bisnis, sekolah, dan transportasi, kehidupan sebagian besar berjalan seperti biasa.

 


Tag


TERBARU

Close [X]
×