kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Bertenaga nuklir, dua kapal selam Rusia siap bawa rudal jelajah 4.000 km


Sabtu, 29 Agustus 2020 / 00:08 WIB
ILUSTRASI. Kapal selam Rusia terlihat melintas di Sungai Neva di Kota St. Petersbug, Rusia, 27 Juli 2012.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Rusia baru memiliki satu kapal selam kelas Yasen yang beroperasi, Severodvinsk. Kapal penjelajah bawah air bertenaga nuklir Proyek 885 itu mulai bergabung dengan Armada Utara Rusia pada 2014.

Sementara kapal kelas Yasen-M yang Rusia modernisasi pertama, Kazan, saat ini sedang menjalani uji coba laut. Kazan akan bergabung dengan Angkatan Laut Rusia pada akhir 2020.

Lima kapal selam lainnya dalam Proyek 885M berada pada berbagai tahap konstruksi di Sevmash Shipyard, bagian dari United Shipbuilding Corporation. Yakni, Novosibirsk, Krasnoyarsk, Arkhangelsk, Perm, dan Ulyanovsk.

Baca Juga: Putin: Angkatan Laut Rusia akan dipersenjatai nuklir hipersonik dan drone bawah laut

Kecuali Voronezh dan Vladivostok, kapal selam Proyek 885 dan 885M lainnya dipersenjatai dengan rudal jelajah Kalibr-PL juga Oniks. Tapi pada akhirnya, akan membawa rudal hipersonik Tsirkon sebagai senjata dasar mereka.

Kelas Yasen dan Yasen-M adalah kapal selam multiguna generasi ke-4 pertama untuk Angkatan Laut Rusia. Selain itu, paling mahal dan secara teknis paling maju di Angkatan Laut Rusia.




TERBARU

[X]
×