kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Besok, China dan Amerika Serikat (AS) memulai lagi perundingan perang dagang


Senin, 29 Juli 2019 / 09:44 WIB
Besok, China dan Amerika Serikat (AS) memulai lagi perundingan perang dagang


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING/WASHINGTON. Di tengah ketegangan soal Taiwan, juru runding perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China bertemu di Shanghai pekan ini. Perundingan ini merupakan yang pertama sejak AS dan China sepakat melakukan gencatan senjata perang dagang pada pertemuan G20 bulan lalu.

Kedua negara berjuang untuk menyelesaikan perbedaan mendalam tentang bagaimana mengakhiri perang dagang yang berkepanjangan.

Dalam pertemuan itu, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer akan bertemu Wakil Perdana Menteri China Liu He untuk pembicaraan dua hari di Shanghai mulai Selasa besok (30/7).

Baca Juga: Harga emas di pasar spot pagi ini berkilau ditopang kesepakatan perundingan AS-China

Reuters melaporkan, harapan akan ada kemajuan signifikan selama pertemuan dua hari di Shanghai, memang terbilang rendah. Para pejabat dan pebisnis hanya berharap AS dan China setidaknya dapat merinci komitmen untuk gerakan "niat baik" dan membersihkan jalan untuk negosiasi di masa depan.

Ini termasuk pembelian komoditas pertanian AS. Dan AS memberi jalan lagi yang memungkinkan perusahaan AS melanjutkan beberapa penjualan ke raksasa teknologi China Huawei Technologies.

Baca Juga: Harga minyak terkoreksi karena aksi Trump buka front baru jelang perundingan dagang

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Jumat lalu mengatakan, ia berpikir China mungkin tidak ingin menandatangani kesepakatan perdagangan sampai setelah pemilihan presiden AS pada 2020 mendatang dengan harapan China kemudian dapat menegosiasikan persyaratan lebih menguntungkan dengan presiden AS yang berbeda.

"Saya pikir mungkin China akan mengatakan "mari kita tunggu"," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Peluang tipis




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×