kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.767   58,00   0,33%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Bessent: AS Bakal Beri Sanksi Sekunder Baru ke Iran Setiap Pekan


Senin, 31 Agustus 2026 / 07:51 WIB
Bessent: AS Bakal Beri Sanksi Sekunder Baru ke Iran Setiap Pekan
ILUSTRASI. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bilang AS akan meluncurkan sanksi sekunder baru setiap minggu ke Iran, untuk meningkatkan tekanan ekonomi  (REUTERS/Kevin Lamarque)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - ASHEVILLE. Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan meluncurkan sanksi sekunder baru setiap minggu ke Iran, yang bertujuan untuk meningkatkan tekanan ekonomi pada negara tersebut, dengan fokus awal pada sektor perbankan, kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent kepada Reuters pada hari Minggu (30/8/2026).

Hal tersebut diungkapkan Bessent setelah AS menjatuhkan sanksi pada Banque Misr Mesir cabang Uni Emirat Arab pada hari Jumat atas dugaan hubungan keuangan dengan Iran. Asal tahu saja, Banque Misr adalah bank komersil milik negara terbesar di Mesir yang berdiri sejak tahun 1920.

Lebih lanjut, Bessent mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa langkah selanjutnya mungkin adalah memutus "lembaga tersebut sepenuhnya dari sistem keuangan berbasis dolar AS”.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 2,5% di Pagi Ini (31/8): AS Serang Pulau Larak, Iran

"Anda akan melihat lebih banyak sanksi seperti ini setiap minggu," kata Bessent menjelang pertemuan para pemimpin keuangan Kelompok 20.

"Kita mulai dari bank-bank, dan kita memberi tahu bank-bank bahwa tidak boleh menyimpan uang Iran dan membantu rezim tersebut."

Bessent mengatakan, ia bermaksud untuk menyampaikan pesan ini kepada para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 untuk memutus hubungan ekonomi dengan Iran, atau menghadapi sanksi sekunder.




TERBARU

[X]
×