Bikin Panas China, Jerman bakal Kirim Banyak Kapal Perang ke Indo-Pasifik

Kamis, 01 September 2022 | 13:01 WIB Sumber: Reuters
Bikin Panas China, Jerman bakal Kirim Banyak Kapal Perang ke Indo-Pasifik

ILUSTRASI. Fregat Angkatan Laut Jerman FGS Hessen di Naval Station Norfolk, Virginia. Jerman akan memperluas kehadiran militernya di Indo-Pasifik dengan mengirim lebih banyak kapal perang. US Navy/Handout via Reuters.


KONTAN.CO.ID - BERLIN. Jerman akan memperluas kehadiran militernya di Indo-Pasifik dengan mengirim lebih banyak kapal perang dan bergabung dalam latihan militer dengan sekutunya.

Sebab, Jerman terus melihat peningkatan "besar" angkatan bersenjata China, Inspektur Jenderal Angkatan Bersenjata Jerman Jenderal Eberhard Zorn mengatakan kepada Reuters.

Jerman bergabung dengan negara-negara Barat lainnya dalam menunjukkan lebih banyak kekuatan di kawasan Indo-Pasifik di tengah peningkatan kekhawatiran atas ambisi teritorial China.

Tahun lalu, Jerman mengirim kapal perang pertamanya dalam hampir 20 tahun ke perairan yang disengketakan di Laut Cina Selatan, dan bulan ini mengirim 13 pesawat militer ke latihan perang bersama di Australia.

Baca Juga: Pertama dalam 20 tahun, kapal perang Jerman memasuki Laut China Selatan, ada apa?

Zorn mengatakan, Bundeswehr alias Angkatan Bersenjata Jerman berencana mengirim pasukan untuk berpartisipasi dalam latihan militer di Australia tahun depan. 

Sementara Angkatan Laut Jerman akan mengirim beberapa kapal perang lagi ke Indo-Pasifik pada 2024.

"Inilah cara kami ingin mengonsolidasikan kehadiran kami di kawasan itu," kata Zorn.

Pada 2020, Jerman menerbitkan strategi Indo-Pasifik baru dengan fokus pada penguatan aliansi dengan demokrasi di kawasan, menandai titik balik. 

Kemudian Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Februari lalu menjanjikan kenaikan dramatis dalam pengeluaran militer setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Baca Juga: Kepala Pertahanan Jerman: Jangan Remehkan Kekuatan Militer Rusia

Ketegangan di Indo-Pasifik semakin tinggi saat ini setelah China melakukan latihan militer terbesarnya di sekitar Taiwan pada awal Agustus lalu.

Ditanya, apakah Jerman mungkin mengirim kapal perang yang berlayar melalui Selat Taiwan seperti halnya Amerika Serikat, Zorn mengatakan, itu adalah masalah sensitif yang diputuskan di tingkat politik tertinggi.

"Kami tidak ingin memprovokasi siapa pun dengan kehadiran kami, melainkan mengirim tanda solidaritas yang kuat dengan sekutu kami," katanya. "Kami mendukung kebebasan navigasi dan menjaga norma-norma internasional".

Menurut Zorn, kekuatan militer China pernah terletak pada jumlah tentaranya. Tapi sekarang, angkatan bersenjatanya juga dilengkapi dengan baik secara teknologi.

"Kami mengamati penumpukan besar pasukan China," ungkapnya.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru