kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Bisa makin panas, China jatuhkan hukuman mati kepada pengedar narkoba asal Australia


Sabtu, 13 Juni 2020 / 20:10 WIB
Bisa makin panas, China jatuhkan hukuman mati kepada pengedar narkoba asal Australia
ILUSTRASI.


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Tetapi hubungan keduanya tengah bermasalah dalam beberapa tahun terakhir dan memburuk setelah China bereaksi keras terhadap seruan Australia untuk penyelidikan independen tentang asal-usul pandemi virus corona.

Beijing kemudian mengenakan tarif pada gandum Barley Australia dan mengeluarkan peringatan perjalanan kepada wisatawan dan pelajar atas kasus rasisme terkait virus terhadap etnis Asia di Australia. 

Baca Juga: Hubungan memanas, Jepang berencana menolak kunjungan Xi Jinping?

Meski begitu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison menampik tuduhan perlakuan rasis terhadap orang China dan mengatakan pemerintahnya tidak akan pernah diintimidasi oleh ancaman asing.

Tahun lalu, China menjatuhkan hukuman mati terhadap dua warga negara Kanada atas tuduhan perdagangan obat-obatan terlarang selama pertikaian diplomatik yang meningkat dengan Kanada atas penangkapan eksekutif puncak Huawei Meng Wanzhou. 




TERBARU

[X]
×