kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Bisa makin panas, China jatuhkan hukuman mati kepada pengedar narkoba asal Australia


Sabtu, 13 Juni 2020 / 20:10 WIB
ILUSTRASI.


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Tetapi hubungan keduanya tengah bermasalah dalam beberapa tahun terakhir dan memburuk setelah China bereaksi keras terhadap seruan Australia untuk penyelidikan independen tentang asal-usul pandemi virus corona.

Beijing kemudian mengenakan tarif pada gandum Barley Australia dan mengeluarkan peringatan perjalanan kepada wisatawan dan pelajar atas kasus rasisme terkait virus terhadap etnis Asia di Australia. 

Baca Juga: Hubungan memanas, Jepang berencana menolak kunjungan Xi Jinping?

Meski begitu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison menampik tuduhan perlakuan rasis terhadap orang China dan mengatakan pemerintahnya tidak akan pernah diintimidasi oleh ancaman asing.

Tahun lalu, China menjatuhkan hukuman mati terhadap dua warga negara Kanada atas tuduhan perdagangan obat-obatan terlarang selama pertikaian diplomatik yang meningkat dengan Kanada atas penangkapan eksekutif puncak Huawei Meng Wanzhou. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×