kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.008   36,00   0,21%
  • IDX 7.022   -114,92   -1,61%
  • KOMPAS100 967   -21,57   -2,18%
  • LQ45 714   -14,61   -2,01%
  • ISSI 244   -4,92   -1,97%
  • IDX30 388   -4,33   -1,10%
  • IDXHIDIV20 485   -2,12   -0,43%
  • IDX80 109   -2,57   -2,31%
  • IDXV30 132   0,44   0,33%
  • IDXQ30 126   -0,69   -0,54%

Bisnis AI Meledak! Alibaba Agresif Rilis Agen AI


Senin, 16 Maret 2026 / 18:00 WIB
Bisnis AI Meledak! Alibaba Agresif Rilis Agen AI
ILUSTRASI. STAND ALIBABA-AI/ (REUTERS/Maxim Shemetov)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - HANGZHOU. Alibaba Group Holding Ltd. tengah menyiapkan layanan AI agent untuk perusahaan, mempertegas langkah agresif raksasa teknologi China itu dalam menggarap bisnis kecerdasan buatan yang tengah berkembang pesat.

Mengutip laporan Bloomberg (16/3), Alibaba berencana meluncurkan produk agen AI berbasis model andalannya, Qwen, yang dirancang khusus untuk kebutuhan korporasi. Produk ini disebut bisa diperkenalkan paling cepat pekan ini, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Agen AI tersebut dirancang untuk membantu perusahaan menjalankan berbagai tugas operasional, mulai dari mengoperasikan komputer, browser, hingga server cloud. Sistem ini juga dilengkapi fitur pengamanan data untuk mengurangi risiko kebocoran informasi perusahaan.

Dalam tahap pengembangan selanjutnya, Alibaba juga berencana mengintegrasikan layanan internalnya dengan agen AI tersebut, termasuk platform e-commerce Taobao dan layanan pembayaran digital Alipay. Teknologi ini dikembangkan oleh tim di balik platform kolaborasi kerja DingTalk, yang selama ini menjadi tulang punggung layanan produktivitas perusahaan.

Baca Juga: AS Bakal Masukkan Alibaba ke Daftar Perusahaan Terkait Militer China

Langkah ini menunjukkan Alibaba semakin serius memperluas portofolio bisnis AI di tengah meningkatnya popularitas teknologi agentic AI, seperti OpenClaw, yang mampu mengeksekusi tugas secara langsung, mulai dari membeli barang hingga mengelola email pengguna.

Namun, strategi monetisasi produk baru tersebut masih belum jelas. Alibaba belum mengungkap skema harga bagi perusahaan maupun sejauh mana integrasi layanan internalnya akan dilakukan sejak awal peluncuran.

Di sisi lain, langkah ekspansi AI ini juga muncul di tengah sorotan terhadap arah strategi teknologi Alibaba. Perusahaan yang dipimpin CEO Eddie Wu itu sebelumnya menjanjikan investasi lebih dari US$53 miliar untuk pengembangan AI, dengan ambisi menjadikan artificial general intelligence sebagai tujuan jangka panjang perusahaan.

Alibaba mengklaim bisnis terkait AI kini tumbuh hingga tiga digit, meskipun dari basis yang masih relatif kecil. Sebelumnya, perusahaan lebih fokus mengembangkan solusi AI dan komputasi awan untuk korporasi sebelum memperluas jangkauan teknologi Qwen ke pasar konsumen tahun lalu.

Baca Juga: Alibaba Mulai Jual Kacamata Pintar Quark AI di China, Saingi Meta dan Apple


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×