kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BRICS Plus Mulai 'Permainan Perang', Ini Tiga Alasan India Menghindar


Senin, 12 Januari 2026 / 05:38 WIB
BRICS Plus Mulai 'Permainan Perang', Ini Tiga Alasan India Menghindar
ILUSTRASI. Manuver laut 'Will for Peace 2026' di Afrika Selatan jadi sorotan. India dan Brasil memilih absen. Analis ungkap alasannya. (SETNEG/BPMI Setpres)


Sumber: Al Jazeera | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Trump menuduh beberapa anggota BRICS menjalankan kebijakan yang “anti-Amerika”.

Di tengah hubungan AS yang terus memburuk dengan China dan Rusia, Trump juga menyerang Iran serta menjatuhkan tarif tinggi terhadap India. Washington menuduh India mendanai perang Rusia di Ukraina melalui pembelian minyak Rusia.

Tak lama setelah kembali menjabat pada Januari 2025, Trump bahkan mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap seluruh anggota BRICS.

“Saat saya mendengar soal kelompok bernama BRICS ini—enam negara, pada dasarnya—saya langsung menekan mereka sangat keras,” ujar Trump pada Juli lalu, menjelang KTT tahunan negara-negara berkembang. “Kalau mereka benar-benar terbentuk secara serius, itu akan cepat berakhir. Kita tidak boleh membiarkan siapa pun mempermainkan kita.”

Dalam pernyataan bersama pada Juli, para pemimpin BRICS mengambil sikap menantang dan menyoroti kekhawatiran global atas “meningkatnya tarif sepihak dan hambatan non-tarif”, tanpa menyebut AS secara langsung. Mereka juga mengecam serangan militer terhadap Iran.

Siapa yang memilih absen dan mengapa?

Dua anggota pendiri BRICS, India dan Brasil, tidak ikut dalam latihan laut ini.

Brasil hadir hanya sebagai pengamat, sementara India sama sekali tidak berpartisipasi.

Sejak Trump kembali ke Gedung Putih, posisi India di Washington kian tertekan. Hubungan kedua negara memanas, terutama karena pembelian minyak Rusia oleh India, sementara negosiasi perjanjian dagang masih menggantung.

Menurut analis geopolitik Harsh Pant dari Observer Research Foundation di New Delhi, keputusan India untuk absen berkaitan dengan upaya menjaga keseimbangan hubungan dengan AS. “Lagipula, latihan perang semacam ini memang bukan mandat BRICS,” ujarnya.

BRICS pada dasarnya bukan aliansi militer, melainkan kemitraan antarpemerintah negara berkembang yang berfokus pada kerja sama ekonomi dan perdagangan, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada Barat.

Pant mengatakan bahwa bagi China, Rusia, Iran, dan sampai batas tertentu Afrika Selatan, latihan militer bersama ini membantu membangun narasi posisi mereka terhadap AS saat ini.

“India tidak ingin dicap sebagai bagian dari ‘permainan perang’ BRICS,” kata Pant. Ia menambahkan bahwa New Delhi juga tidak nyaman dengan pergeseran bertahap karakter dasar BRICS. “Ini bukan sesuatu yang bisa diterima India, baik secara pragmatis maupun normatif.”

Selain itu, menurut Pant, perbedaan kepentingan di antara negara-negara BRICS Plus, seperti antara Uni Emirat Arab dan Iran, atau Mesir dan Iran, menjadi hambatan besar bagi BRICS untuk berkembang menjadi aliansi militer yang solid.

Selanjutnya: Jet Siluman J-35 China Siap Produksi Massal, Apa Dampaknya ke Taiwan?




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×