kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Bukan bertujuan membunuh tentara AS, Iran: Serangan rudal Rabu baru awal


Kamis, 09 Januari 2020 / 21:35 WIB
Bukan bertujuan membunuh tentara AS, Iran: Serangan rudal Rabu baru awal
ILUSTRASI. Seorang pria memegang foto Mayor Jenderal Qassem Soleimani, ketika orang-orang merayakan di jalan setelah Iran meluncurkan rudal atas pasukan pimpinan AS di Irak, di Teheran, Iran, 8 Januari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Iran menyatakan, serangan rudal mereka memang tidak bertujuan untuk membunuh tentara Amerika Serikat (AS) di Irak, tetapi buat merusak "mesin militer" Washington.

Reuters mengutip televisi pemerintah Iran melaporkan, Amirali Hajizadeh, Kepala Pasukan Aerospace Garda Revolusi, Kamis (9/1), mengatakan, serangan pada Rabu (8/1) baru awal dari serangkaian serangan di seluruh Irak.

Hajizadeh menegaskan, "balas dendam yang pantas" atas pembunuhan Mayor Jenderal Qassem Soleimani oleh militer AS adalah mengusir pasukan negeri uak Sam dari Timur Tengah.

Baca Juga: Cegah konflik meluas, Paus desak AS dan Iran untuk menghindari eskalasi

Dia mengungkapkan, Iran memiliki ratusan rudal yang siap meluncur. Dan, ketika menembakkan rudal pada Rabu (8/1), Teheran juga melakukan "serangan siber untuk menonaktifkan pesawat tanpa awak dan sistem navigasi drone AS".

Sebelumnya, laporan kantor berita Tasnim seperti Reuters lansir menyebutkan, Abdollah Araghi, petinggi senior Garda Revolusi, menyatakan, bakal melakukan "balas dendam yang lebih keras dalam waktu dekat".




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×