kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa Asia Cetak Rekor Rabu (6/5), Euforia AI dan Harapan Damai Iran Angkat Sentimen


Rabu, 06 Mei 2026 / 08:48 WIB
Bursa Asia Cetak Rekor Rabu (6/5), Euforia AI dan Harapan Damai Iran Angkat Sentimen
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pasar saham Asia melonjak ke level rekor pada perdagangan Rabu (6/5/2026) pagi, didorong kombinasi euforia sektor kecerdasan buatan (AI) dan meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Di saat yang sama, harga minyak dan dolar AS melemah.

Sentimen positif muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyebut adanya “kemajuan besar” menuju kesepakatan final dengan Teheran.

Baca Juga: AS Jalankan Project Freedom, Kapal Tanker CS Anthem Berhasil Keluar dari Selat Hormuz

Ia juga mengumumkan penghentian sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak global dan sempat diblokade sejak akhir Februari.

Kabar tersebut langsung menekan harga minyak. Minyak Brent turun 1,2% ke US$108,51 per barel, sementara kontrak berjangka S&P 500 e-mini menguat 0,3%.

Melansir Reuters, Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 2,3% ke rekor tertinggi baru, dipimpin lonjakan indeks Kospi Korea Selatan sebesar 5,1% yang untuk pertama kalinya menembus level 7.000.

Analis Westpac menilai, pasar mulai melihat risiko eskalasi konflik di Timur Tengah mereda, setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memastikan gencatan senjata masih berlaku meskipun sebelumnya terjadi saling serang.

“Pasar merespons dengan optimisme, mendorong penguatan saham global sekaligus meredakan lonjakan harga minyak,” tulis analis Westpac.

Baca Juga: Donald Trump Hentikan Sementara Pengawalan Kapal di Selat Hormuz, Ada Apa?

Saham Teknologi Masih Jadi Primadona

Penguatan pasar juga didorong oleh arus investasi besar ke sektor teknologi, terutama yang terkait AI. Di Wall Street, indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor pada sesi sebelumnya.

Investor disebut terus memburu saham-saham yang diproyeksikan menjadi “pemenang 2026”, dengan sektor teknologi menjadi tujuan utama aliran dana, termasuk saham Apple dan perusahaan memori.

Di Korea Selatan, saham Samsung Electronics melonjak 12% hingga menembus valuasi US$1 triliun, melampaui Berkshire Hathaway dan mendekati kapitalisasi Walmart.

Menurut Rushil Khanna dari Ostrum (afiliasi Natixis Investment Managers), lonjakan belanja modal (capex) dari perusahaan teknologi besar di AS mendorong prospek pertumbuhan sektor semikonduktor dan industri pendukung di Asia.

“Asia menjadi penyedia utama ‘alat dan infrastruktur’ bagi ekosistem AI global, sehingga menciptakan nilai yang signifikan,” ujarnya.

Sementara itu, saham Advanced Micro Devices (AMD) melonjak 16,5% dalam perdagangan lanjutan setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal kedua melampaui ekspektasi, didorong tingginya permintaan chip untuk pusat data AI.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik Lebih dari 1% pada Rabu (6/5) Pagi, di Tengah Pelemahan Dolar

Dolar Melemah, Emas Menguat

Di pasar valuta asing, indeks dolar AS turun 0,1% ke 98,236, menghentikan tren penguatan tiga hari sebelumnya.

Euro menguat ke US$1,1724 dan poundsterling naik ke US$1,3577. Dolar Australia juga menguat 0,6% ke US$0,7227, tertinggi sejak Juni 2022, didorong sentimen risiko yang membaik serta kenaikan suku bunga domestik.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun relatif stabil di level 4,424%.

Sementara itu, harga emas naik 1,2% ke US$4.609,59 per ons sebagai respons terhadap pelemahan dolar.

Baca Juga: Dolar AS Melemah di Tengah Harapan Kesepakatan dengan Iran, Yen Masih Tertekan

Di pasar kripto, bitcoin turun 0,9% ke US$80.881, sementara ether melemah 1% ke US$2.358.

Kombinasi meredanya risiko geopolitik dan kuatnya momentum AI menjadi pendorong utama optimisme pasar global saat ini, meskipun ketidakpastian masih membayangi perkembangan selanjutnya.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×