Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pasar saham Asia menguat pada awal perdagangan, Selasa (21/4/2026), didorong optimisme investor terhadap peluang negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Sentimen positif ini turut diperkuat oleh meningkatnya minat terhadap sektor kecerdasan buatan (AI).
Mengutip Reuters, indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,9%. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 2,1% dan mencetak rekor tertinggi baru sejak pecahnya konflik Iran. Sementara itu, indeks Nikkei 225 menguat 1,2%.
Baca Juga: Thailand Kaji Utang Darurat US$15,6 Miliar, Respons Tekanan Harga Minyak
Namun, pasar saham Australia bergerak berlawanan arah dengan penurunan 0,3%. Di sisi lain, kontrak berjangka S&P 500 naik tipis 0,1%, sementara harga minyak Brent melemah 0,4% ke level US$95,09 per barel.
Optimisme pasar muncul setelah laporan bahwa Iran tengah mempertimbangkan untuk menghadiri perundingan damai dengan Amerika Serikat di Pakistan.
Meski demikian, ketegangan masih tinggi setelah AS menyita kapal kargo Iran, yang memicu ancaman balasan dari Teheran.
Situasi semakin tidak pasti setelah Wakil Presiden JD Vance dilaporkan masih berada di AS, membantah kabar bahwa ia telah menuju Pakistan untuk menghadiri perundingan.
Ketegangan ini sempat memicu lonjakan harga minyak karena aktivitas pelayaran di Selat Hormuz terganggu.
Baca Juga: Harga Emas Stabil di US$4.820 Selasa (21/4) Pagi, Tunggu Kepastian Negosiasi AS-Iran
Analis Westpac menilai, negosiasi masih rapuh meski peluang pembicaraan tetap terbuka.
Di Wall Street, indeks S&P 500 sebelumnya turun 0,2% akibat kekhawatiran terhadap keberlanjutan gencatan senjata. Sementara itu, Nasdaq menghentikan reli 13 hari, terpanjang dalam lebih dari tiga dekade.
Pelaku pasar juga menanti sidang konfirmasi Kevin Warsh sebagai calon pimpinan Federal Reserve.
Dalam pernyataannya, Warsh menegaskan komitmennya menjaga independensi kebijakan moneter, di tengah kritik Presiden Donald Trump terhadap bank sentral tersebut.
Di pasar mata uang, indeks dolar AS stabil di level 98,08. Euro berada di US$1,1782 dan poundsterling di US$1,35225, keduanya melemah tipis. Dolar Australia juga turun 0,1% ke US$0,7171.
Baca Juga: Dolar Melemah Tipis Selasa (21/4) Pagi, Pasar Nantikan Hasil Negosiasi AS-Iran
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tipis menjadi 4,256%. Sementara itu, harga emas naik 0,1% ke US$4.824,83 per ons setelah bergerak sideways selama sebulan terakhir.
Di pasar kripto, Bitcoin turun 0,3% ke US$76.072,61, sedangkan Ethereum melemah 0,8% ke US$2.320,92, mencerminkan pergerakan yang masih terbatas dalam beberapa bulan terakhir.













