Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), didorong optimisme tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik Iran.
Sentimen positif ini muncul seiring meningkatnya tekanan Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran, serta pelaku pasar yang bersiap menghadapi rilis data ekonomi dan laporan kinerja emiten.
Baca Juga: S&P Turunkan Peringkat ASX Usai Temuan Kegagalan Tata Kelola
Melansir Reuteres, indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang yang dilacak oleh MSCI naik 0,3%, memperpanjang tren penguatan selama tiga hari berturut-turut.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,5%. Di sisi lain, kontrak berjangka S&P 500 e-mini menguat tipis 0,1%.
Penguatan ini melanjutkan reli di Wall Street semalam, di mana indeks S&P 500 naik 0,8% dan Nasdaq Composite melonjak 1,6%.
Kinerja tersebut didorong oleh laporan keuangan solid dari Bank of America dan Morgan Stanley yang mengangkat indeks ke level tertinggi.
Dari sekitar 6% perusahaan yang telah merilis kinerja kuartalan, sebanyak 84% berhasil melampaui ekspektasi analis, mencerminkan ketahanan laba korporasi di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: Bisnis Suku Bunga Goldman Sachs Tertekan Volatilitas Perang Iran
Analis Goldman Sachs menyatakan tetap optimistis terhadap saham pasar berkembang, dengan proyeksi pertumbuhan laba yang kuat ke depan.
Mereka menilai permintaan terkait kecerdasan buatan (AI) akan menjadi pendorong utama kinerja, serta relatif tahan terhadap dampak langsung gejolak harga minyak.
Pelaku pasar kini menanti sejumlah data penting, termasuk laporan ketenagakerjaan Australia dan produk domestik bruto (PDB) China.
Selain itu, raksasa semikonduktor Taiwan Semiconductor Manufacturing Company dijadwalkan merilis kinerja keuangan, dengan ekspektasi lonjakan laba bersih hingga 50% seiring tingginya permintaan chip canggih untuk AI.
Di pasar komoditas, harga minyak Brent dibuka turun 0,4% ke level US$ 94,55 per barel.
Baca Juga: Bank Sentral Thailand Pangkas Proyeksi Ekonomi 2026, Perang Iran Picu Risiko Terburuk
Penurunan ini terjadi setelah muncul sinyal dari Iran yang membuka kemungkinan kapal dapat melintas bebas di sisi Oman Selat Hormuz tanpa risiko serangan, sebagai bagian dari proposal negosiasi dengan AS.
Sementara itu, harga emas naik 0,8% ke level US$ 4.829,24 per ons troi, mencerminkan masih tingginya permintaan aset safe haven.
Di pasar kripto, Bitcoin bergerak stagnan di kisaran US$ 74.832,83, sedangkan Ethereum melemah tipis 0,1% ke US$ 2.360,71.













