kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%

Bursa Asia Menguat Rabu (25/3), Mata Uang Stabil di Tengah Harapan Negosiasi AS-Iran


Rabu, 25 Maret 2026 / 15:06 WIB
Bursa Asia Menguat Rabu (25/3), Mata Uang Stabil di Tengah Harapan Negosiasi AS-Iran
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei Jepang (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham-saham Asia menguat pada Rabu (25/3/2026), sementara mata uang regional relatif stabil, seiring harga minyak merosot setelah muncul laporan bahwa Washington tengah berupaya mencapai gencatan senjata selama sebulan dengan Iran.

Berita ini meredakan kekhawatiran soal gangguan pasokan minyak yang berkepanjangan dan memberikan sedikit kelegaan bagi ekonomi Asia yang bergantung pada impor minyak.

Melansir Reuters, Indeks MSCI untuk pasar negara berkembang naik 1,6%, mencatat kenaikan dua sesi berturut-turut, sementara indeks mata uang pasar negara berkembang MSCI relatif datar.

Baca Juga: Bursa Korea Selatan Ditutup Naik 1,5% Rabu (25/3), Sentimen Ini Pemicunya

Investor merasa tenang setelah muncul laporan bahwa AS telah mengirimkan proposal 15 poin ke Tehran dan mendorong pelonggaran ketegangan di Selat Hormuz, jalur pengiriman sekitar 20% minyak dunia.

Konflik di kawasan itu telah mengganggu penerbangan melalui hub Teluk dan memaksa pemerintah-pemerintah di Asia untuk mengamankan pasokan bahan bakar, menghemat energi, dan melindungi rumah tangga dari lonjakan harga.

Meskipun harga minyak Brent turun lebih dari 5%, kembali di bawah US$100 per barel, level ini masih tinggi setelah sempat menembus US$110 awal pekan ini, menambah tekanan bagi negara-negara Asia yang merupakan importir bersih minyak.

Di pasar saham, Taiwan naik 2,5% dari level tertinggi sebelumnya, sementara saham Korea Selatan menguat 1,6%, meski menahan sebagian kenaikan awal.

Baca Juga: Bursa Jepang Ditutup Melejit Rabu (25/3), Indeks Nikkei 225 Naik Hampir 3%

Pasar teknologi yang sempat terpukul mulai pulih. Saham Thailand naik 2,3%, sementara pasar di Kuala Lumpur, Singapura, India, dan Manila menguat antara 0,4% hingga 2,2%.

Investor asing telah menarik miliaran dolar dari pasar teknologi Taiwan dan Korea Selatan sejak konflik dimulai, menekan won Korea Selatan dan dolar Taiwan, yang masing-masing turun sekitar 4% dan 2,3% bulan ini.

Di Thailand, pemerintah Bangkok mencabut plafon harga solar sehingga harga energi domestik kini mengikuti mekanisme pasar.

Analis Maybank menyebut jalur aman bagi kargo Bangchak melalui Hormuz menunjukkan Iran masih memungkinkan transit komersial terkoordinasi, yang meredakan kekhawatiran tentang blokade penuh. Meski demikian, baht masih melemah 0,6%.

Di Indonesia, pasar kembali dibuka setelah libur lima hari, dengan rupiah menguat 0,4% meski masih di bawah level psikologis Rp17.000 per dolar.

Baca Juga: GM Bakal Tanam Investasi US$ 600 Juta di Korea Selatan

Bank Indonesia (BI) telah memperketat beberapa aturan valas dan berjanji mendukung stabilitas mata uang.

Peso Filipina melemah 0,3% setelah mencetak rekor terendah pekan ini, meski Presiden Ferdinand Marcos Jr menyatakan negara tersebut memiliki cadangan minyak lebih dari 45 hari setelah menetapkan status darurat energi.

Rupee India turun 0,1% setelah sebelumnya mencapai level terendah baru, dengan intervensi bank sentral kemungkinan membantu memenuhi permintaan dolar yang tinggi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×