Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (17/7/2026), dipicu aksi jual besar-besaran pada saham-saham semikonduktor global serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor menghindari aset berisiko.
Melansir Reuters, indeks acuan Nikkei 225 merosot 3,6% ke level 64.443,84. Sementara itu, indeks yang lebih luas, Topix, turun 2% menjadi 3.950,08.
Baca Juga: Dolar Bersiap Catat Pelemahan Mingguan, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Mereda
Pelemahan tersebut mengikuti penurunan bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan sebelumnya. Saham-saham teknologi di Wall Street terkoreksi tajam meskipun data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang masih solid dan musim laporan keuangan perusahaan diawali dengan hasil yang cukup positif.
Analis Sony Financial Group menilai pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh ekspektasi laba yang tinggi terhadap perusahaan-perusahaan semikonduktor.
"Pasar tampaknya dipengaruhi oleh tingginya ekspektasi laba untuk perusahaan-perusahaan yang terkait dengan semikonduktor," tulis analis Sony Financial Group dalam risetnya.
Sentimen negatif juga datang dari pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) yang bernada hawkish pada Kamis (16/7), sehingga kembali memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS masih berpotensi naik lebih lanjut.
Baca Juga: Rekor Gila Argentina di Semifinal Piala Dunia Berlanjut usai Singkirkan Inggris
Di saat yang sama, ketegangan geopolitik terus meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memperluas serangan terhadap Iran.
Di indeks Nikkei 225, jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak dibandingkan yang menguat. Sebanyak 132 saham ditutup turun, 92 saham naik, dan satu saham tidak mengalami perubahan.
Dari sisi emiten, Kioxia Holdings menjadi saham dengan penurunan terbesar di Nikkei setelah anjlok 16,05%. Penurunan tersebut merupakan yang terdalam dalam satu hari sejak November 2025.
Baca Juga: Roket SpaceX Starship Gagal Lepas Landas Dalam Upaya Uji Terbang ke-13
Saham Taiyo Yuden juga merosot 15,45%, sementara Screen Holdings turun 11,45%.
Sebaliknya, Shift menjadi saham dengan kenaikan terbesar di Nikkei setelah menguat 6,59%. Disusul Seven & I Holdings yang naik 4,38%, serta Nichirei yang bertambah 4,29%.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
