Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan mulai bangkit pada perdagangan Selasa (15/9/2026), setelah mengalami tekanan selama tiga sesi berturut-turut.
Penguatan saham perusahaan chip menjadi penopang utama rebound pasar setelah KOSPI anjlok lebih dari 3% pada sesi sebelumnya.
Melansir Reuters, Indeks acuan KOSPI naik 9,74 poin atau 0,15% menjadi 6.694,11 pada pukul 01.32 GMT. Sebelumnya, indeks tersebut sempat turun hampir 1% pada awal perdagangan.
Baca Juga: Ekonomi China Masih Timpang, Produksi Pabrik Menguat tapi Konsumsi Melemah
Pada sesi Senin (14/9), KOSPI anjlok 3,26% akibat aksi jual saham perusahaan chip. Penurunan tersebut memperpanjang pelemahan indeks untuk hari ketiga berturut-turut.
Analis Kiwoom Securities Han Ji-young mengatakan pasar saham Korea Selatan mulai memulihkan sebagian besar kerugian pada sesi sebelumnya.
Tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi AS dan pelemahan saham chip Amerika Serikat telah lebih dulu tercermin dalam harga saham.
"Pasar terlihat memulihkan kerugian tajam pada sesi sebelumnya, ketika tekanan akibat tingginya imbal hasil obligasi AS dan anjloknya saham chip AS sudah diperhitungkan," kata Han Ji-young.
Sentimen saham teknologi Korea Selatan turut membaik setelah Wall Street ditutup melemah pada Senin.
Saham Nvidia dan sejumlah perusahaan chip AS tertekan setelah sejumlah pimpinan perusahaan kecerdasan buatan (AI) menyoroti risiko keamanan teknologi tersebut dan menyerukan perlambatan pengembangannya.
Di Seoul, saham Samsung Electronics naik 0,70%, sedangkan saham SK Hynix menguat 1,27%.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya juga mencatat penguatan. LG Energy Solution naik 2,28%, sementara Hyundai Motor menguat 0,40%. Sebaliknya, Kia Corp melemah 0,28%.
Baca Juga: Dolar Mendekati Level Tertinggi 2 Pekan Selasa (15/9), Tunggu Kenaikan Bunga The Fed
Saham POSCO Holdings juga naik 2,07%, sedangkan Samsung Biologics turun 0,35%.
Dari total 911 saham yang diperdagangkan, sebanyak 348 saham menguat dan 506 saham melemah.
Investor asing masih mencatatkan penjualan bersih saham Korea Selatan senilai 544,1 miliar won atau sekitar US$403,46 juta.
Di pasar valuta asing, won Korea Selatan diperdagangkan pada 1.348,9 won per dolar AS, melemah 0,20% dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.346,2 won per dolar AS.
Sementara itu, pasar obligasi Korea Selatan juga berada di bawah tekanan. Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun yang paling aktif diperdagangkan naik 3 basis poin menjadi 4,045%. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun juga naik 1,9 basis poin menjadi 4,551%.














