kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.692   11,00   0,06%
  • IDX 6.486   -48,47   -0,74%
  • KOMPAS100 860   -6,43   -0,74%
  • LQ45 653   -5,88   -0,89%
  • ISSI 224   -0,64   -0,28%
  • IDX30 363   -3,44   -0,94%
  • IDXHIDIV20 453   -5,03   -1,10%
  • IDX80 98   -0,72   -0,73%
  • IDXV30 125   -0,98   -0,78%
  • IDXQ30 117   -1,14   -0,97%

Ekonomi China Masih Timpang, Produksi Pabrik Menguat tapi Konsumsi Melemah


Selasa, 15 September 2026 / 09:19 WIB
Ekonomi China Masih Timpang, Produksi Pabrik Menguat tapi Konsumsi Melemah
ILUSTRASI. CHINA-ECONOMY (AFP/CN-STR)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Aktivitas manufaktur China menunjukkan perbaikan pada Agustus 2026. Namun, pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu masih menghadapi tantangan dari sisi konsumsi dan investasi yang justru mengalami perlambatan.

Melansir Reuters Selasa (15/9/2026), Biro Statistik Nasional China (NBS) melaporkan produksi industri China tumbuh 5,2% secara tahunan pada Agustus. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan 4,5% pada Juli.

Baca Juga: Dolar Mendekati Level Tertinggi 2 Pekan Selasa (15/9), Tunggu Kenaikan Bunga The Fed

Capaian tersebut juga melampaui ekspektasi pasar. Berdasarkan jajak pendapat Reuters terhadap 42 analis, produksi industri China diperkirakan hanya tumbuh 4,8%.

Kinerja industri yang lebih kuat menunjukkan sektor manufaktur masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian China. Namun, penguatan tersebut belum sepenuhnya diikuti pemulihan permintaan domestik.

Penjualan ritel yang menjadi indikator aktivitas konsumsi masyarakat hanya tumbuh 0,4% pada Agustus.

Angka tersebut melambat dari pertumbuhan 0,6% pada Juli dan jauh di bawah ekspektasi analis sebesar 0,8%.

Kinerja konsumsi yang lebih lemah mengindikasikan kepercayaan dan belanja masyarakat China masih menghadapi tekanan.

Sementara itu, investasi aset tetap juga menunjukkan pelemahan. Investasi aset tetap China turun 7,2% dalam delapan bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Bos ANZ Kritik Pajak Tinggi Australia, Hambat Jadi Pusat Keuangan Asia

Penurunan tersebut sesuai dengan perkiraan analis dan semakin dalam dibandingkan kontraksi 6,7% dalam periode Januari-Juli.

Data tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi China masih belum merata. Sektor industri mampu mencatat pertumbuhan yang lebih kuat, sementara konsumsi rumah tangga dan investasi masih menjadi titik lemah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi pemerintah China yang tengah berupaya menopang pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kebijakan untuk mendorong permintaan domestik dan investasi.




TERBARU

[X]
×