kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.755   36,00   0,20%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Ekonomi China Terancam: Produksi Melonjak, Konsumsi Malah Anjlok!


Selasa, 16 Juni 2026 / 11:28 WIB
Ekonomi China Terancam: Produksi Melonjak, Konsumsi Malah Anjlok!
ILUSTRASI. National Bureau of Statistics (NBS) China mengumumkan penjualan ritel turun 0,6% di Mei (REUTERS/Tingshu Wang)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Permintaan dan pasokan di China bergerak tidak seimbang. Data terbaru menunjukkan, produksi meningkat, sementara penjualan ritel malah merosot.

Reuters memberitakan, mengutip data National Bureau of Statistics (NBS) China yang dipublikasikan Selasa (16/6/2026), penjualan ritel turun 0,6% di Mei. Data penjualan ritel ini merupakan salah satu indikator utama konsumsi.

Sekadar membandingkan, di April, penjualan ritel China masih naik 0,2%. Penurunan tersebut merupakan penurunan pertama sejak Desember 2022. Realisasi data Mei tersebut juga di bawah konsensus proyeksi ekonom, yang memprediksi penjualan ritel stagnan.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Terbatas, Fokus Bergeser ke Keputusan Bank Sentral Jepang

Bahkan libur Hari Buruh selama lima hari gagal mengangkat minat belanja konsumen. Dampak kebijakan skema tukar tambah barang konsumsi pemerintah juga mulai memudar. Basis yang tinggi dari Mei tahun lalu juga berkontribusi pada penurunan tersebut.

"Data penjualan ritel yang lemah memberi tekanan pada pemerintah untuk mempertimbangkan langkah-langkah kebijakan guna menstabilkan konsumsi. Saya masih memperkirakan penyesuaian kebijakan akan dilakukan pada Juli setelah data PDB kuartal kedua dirilis," kata Zhiwei Zhang, Kepala Ekonom Pinpoint Asset Management, seperti dikutip Reuters, Selasa (16/6/2026).

Sebaliknya, NBS mengumumkan produksi industri naik 4,5% di Mei dibandingkan tahun sebelumnya, meningkat dari pertumbuhan 4,1% pada April. Angka tersebut melampaui konsensus proyeksi ekonom yang memprediksi kenaikan 4,3%.

Baca Juga: Bank Sentral Jepang BOJ Bersiap Kerek Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun

Kenaikan produksi tersebut didorong lonjakan investasi akal imitasi (AI) global dan permintaan teknologi terkait AI. Kebanyakan hasil produksi disalurkan ke pasar ekspor. Tetapi peningkatan ekspor sebesar 19,4% belum berdampak pada konsumsi domestik.

Sejumlah sektor bisnis masih belum menunjukkan prospek positif. Salah satunya di sektor otomotif. Penurunan penjualan mobil domestik berlanjut hingga bulan kedelapan berturut-turut pada Mei. Tekanan kemungkinan akan berlanjut hingga akhir tahun.

“Beberapa perbedaan menunjukkan karakter baru perekonomian China. Ad perbedaan antara permintaan domestik dan eksternal, perbedaan antara AI dan industri tradisional, dan perbedaan antara ritel barang dan konsumsi jasa,” kata Xu Tianchen, Ekonom Senior Economist Intelligence Unit.

Baca Juga: IMF: Ekonomi Global Tetap Tangguh Meski Diguncang Perang Timur Tengah

Xu memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua akan melambat menjadi 4,5% dari 5% pada kuartal pertama. “Untuk tahun penuh 2026, mencapai target pertumbuhan 4,5-5% tidak akan sulit, tetapi permintaan domestik yang lemah masih memerlukan intervensi kebijakan pada paruh kedua,” tutur dia.

Data investasi juga jauh lebih lemah dari yang diperkirakan. Investasi aset tetap turun 4,1% dalam lima bulan pertama tahun 2026, setelah penurunan 1,6% pada Januari-April. Konsensus proyeksi analis memperkirakan investasi aset tetap cuma turun sebesar 2%.

Juru bicara NBS Fu Linghui mengatakan, penurunan tersebut sebagian disebabkan oleh suhu tinggi dan hujan lebat di beberapa wilayah serta transisi dari pendorong pertumbuhan lama ke pendorong pertumbuhan baru.

Baca Juga: Pelayaran Global Masih Waspada Lewati Selat Hormuz Meski AS dan Iran Sepakat Berdamai

Fu menuturkan, China masih memiliki ruang yang cukup untuk investasi di masa depan, dengan urbanisasi baru, revitalisasi pedesaan, pengembangan kekuatan produktif berkualitas baru dan peningkatan layanan publik, yang semuanya membutuhkan dukungan.

Investasi properti melanjutkan penurunannya dalam lima bulan pertama, turun 16,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu setelah turun 13,7% pada Januari-April. Penjualan properti dan konstruksi baru juga turun lebih tajam.

Data pinjaman rumah tangga yang lemah yang dirilis minggu lalu menunjukkan bahwa masyarakat tetap waspada untuk meminjam uang untuk membeli rumah di tengah pertumbuhan pendapatan yang lambat dan ketidakamanan pekerjaan.

Baca Juga: Saham SpaceX Terbang Lagi, Valuasi Tembus US$ 2 Triliun Pasca IPO

Pasar tenaga kerja masih berada di bawah tekanan dengan sekitar 12,7 juta lulusan meninggalkan sekolah selama musim panas. Sementara kekhawatiran akan penggantian tenaga kerja oleh AI menyebabkan kecemasan pekerja. Namun, angka pengangguran di Mei, berdasarkan survei nasional, turun menjadi 5,1% dari 5,2% pada April.




TERBARU

[X]
×